Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Pasca Putusan MK: Sikap Kurang Legowo Prabowo Ditulis Media Asing

Pasca Putusan MK: Sikap Kurang Legowo Prabowo Ditulis Media Asing Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang sengketa Pilpres 2019. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Pengamat menyayangkan sikap kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dinilai kurang legowo dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan tidak juga memberi selamat kepada Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Menanggapi hasil keputusan MK, Prabowo dalam pidato yang disampaikan di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, menyatakan sikap kubunya yang menerima dan menghormati putusan MK, meski mengaku kecewa.

Ia juga mengatakan pihaknya akan tetap patuh dan mengikuti jalur konstitusi yaitu Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-undang yang berlaku. "Kami menyatakan menghormati hasil putusan MK tersebut, kami serahkan sepenuhnya kebenaran dan keadilan yang hakiki pada Allah SWT, Tuhan YME," ucap Prabowo.

Prabowo juga meminta pendukungnya untuk menerima hasil keputusan MK, meski ia mensinyalkan keinginannya untuk tetap menempuh upaya hukum lanjutan, jika dimungkinkan.

"Saya minta semua pendukung Prabowo-Sandi mari kita tidak berkecil hati, tetap tegar, tenang dan tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi yaitu UUD 1945.

Prabowo dianggap 'kurang legowo'


Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno(kanan) (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Namun dalam pidatonya, tidak terdengar sikap apresiasi yang disampaikan kepada pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin dan pengamat mengatakan pidato Prabowo pasca putusan MK menunjukan sikap yang masih kurang legowo.

Sejumlah pengamat mengatakan pernyataan Prabowo dinilai masih menyiratkan keraguan dan belum sepenuhnya tuntas atas proses dan kondisi yang terjadi.

Melansir ABC News, Jumat (28/6/2019), menurut Direktur Perkumpulan Pemilu Dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, sangat disayangkan karena akan menghambat rekonsiliasi pasca pilpres khususnya di akar rumput.

Baca juga: Gugatannya Ditolak MK, Prabowo: Kami Patuh Meski Mengecewakan

"Rekonsiliasi tidak hanya bermakna dua kubu berdamai, bagi-bagi kekuasaan atau jatah kursi di kabinet," kata Titi Anggraini.

"Tapi rekonsiliasi juga bermakna bagaimana seorang elit mau menerima proses politik ini, siap kalah atau siap menang dan juga kemudian move on," tambahnya.

Menurutnya yang paling penting adalah sikap yang dicontohkan para politisi nantinya akan diikuti dan didengar oleh para pendukungnya.

"Kita lihat bagaimana ketika Prabowo mengatakan 'lihat dan nonton sidang MK dari rumah saja tidak perlu datang ke MK', memang tetap ada yang datang tapi kan tidak begitu besar dan tidak signifikan."

"Hari ini juga ada seruannya lihat sidangnya dari rumah saja, massa aksi sebelum batas melakukan aksi habis itu massa sudah membubarkan diri, jadi seruan sikap para elit punya dampak besar diikuti pendukungnya," tambahnya.

Sementara itu pengamat politik dan Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai sikap Prabowo yang tidak kunjung legowo hanya akan merugikan dirinya sendiri.

"Dengan tidak keluarnya ucapan selamat bagi pemenang, itu hanya akan membuat citra negatif buat Prabowo kalau dia adalah tidak legowo, tidak bijaksana karena tidak menerima kekalahan," katanya.

Ajakan agar rakyat bersatu


Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin (kanan) melambaikan tangan sebelum berangkat menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk memberikan keterangan pers terkait sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis (27/6/2019). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin kini memiliki legalitas penuh untuk mengklaim kemenangan dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019, menyusul ditolaknya gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno oleh MK.

Komisi Pemilihan Umum berencana menggelar rapat pleno untuk menetapkan pasangan nomor urut satu sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih pada hari Minggu, 30 Juni 2019.

Dalam pidato yang disampaikan Joko Widodo tidak lama setelah putusan MK selesai dibacakan, didampingi pasangannya, KH Ma'ruf Amin, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali bersatu dan melupakan perbedaan pilihan politik.

"Tidak ada lagi 01 dan 02 yang ada persatuan Indonedia. Walau pilihan politik kita berbeda tetapi kita harus saling menghargai, harus saling menghormati," kata Capres Joko Widodo.

Joko Widodo juga menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta dukungan dari seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Lagi 01 dan 02!

"Semoga amanah yang kembali diberikan kepada saya sebagai presiden dan KH Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden periode 2019 - 2024 dapat kami jalankan sebaik-baiknya untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia."

Jokowi menyampaikan pidatonya di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur sebelum bertolak ke Osaka, Jepang untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

Lainnya halnya dengan kubu Prabowo dan Sandi, Jokowi memberikan apresiasi kepada kubu lawannya dan menganggap mereka juga sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

"Saya meyakini kebesaran hati dan kenegarawan sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, beliau berdua memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia ke depan." tutupnya.

Sementara sejumlah warga yang ditemui ABC Indonesia mengaku menerima hasilnya dan ada yang berharap agar pemerintah mendatang tidak hanya mengutamakan infrastruktur.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: