Pantau Flash
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim
Hafiz/Gloria Rebut Tiket Final Thailand Masters 2020

Pasutri Penjual Sate Padang Berdaging Babi Dituntut 3 Tahun Penjara

Headline
Pasutri Penjual Sate Padang Berdaging Babi Dituntut 3 Tahun Penjara Sidang penjual sate Padang (Foto: Antara/Fathul Abdi)

Pantau.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Padang, Sumatera Barat menuntut pasangan suami istri Bustami dan Evita dengan hukuman tiga tahun penjara. Keduanya dituntut karena menjual sate Padang mengunakan daging babi. 

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun," kata JPU Mulyana Safitri, di Padang, Senin (12/8/2019).

Baca juga: China Hentikan Sementara Impor Daging Babi Kanada

Kedua terdakwa dituntut dengan dakwaan melanggar pasal 62 (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a dan d UU Nomor 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, juncto pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP.

Sidang pembacaan tuntutan jaksa itu dipimpin oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang yang diketuai Agus Komaruddin.

Kedua terdakwa menghadiri persidangan mengenakan rompi tahanan Kejari Padang berawarna merah. Pemilik warung sate dengan merek usaha KMSB itu menjalani persidangan didampingi penasehat hukum Nurul Ilmi Cs.

Menanggapi tuntutan yang dibacakan jaksa, pihak terdakwa menyatakan akan mengajukan pembelaan (pleidoi) pada sidang selanjutnya.

Baca juga: Sate Padang Diduga Berdaging Babi, Polisi Periksa 12 Saksi

Kasus itu berawal ketika petugas gabungan dari Dinas Perdagangan Padang dan instansi terkait mengungkap penjualan sate Padang diduga dari daging babi di kawasan Simpang Haru, dengan merek usaha KMSB, pada Selasa, 29 Januari 2019.

Penindakan lapangan itu berbekal uji sampel yang sudah diambil instansi terkait sebelumnya, karena mendapatkan laporan masyarakat.

Kedua orang itu akhirnya ditetapkan tersangka menyusul diterimanya uji laboratorium forensik terhadap tusuk sate yang menyatakan daging itu positif mengandung substansi dari hewan babi.

Dalam persidangan sebelumnya pihak terdakwa pernah mengajukan keberatan (eksepsi) atas dakwaan jaksa, dan memeriksa saksi seperti karyawan dan lainnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional