Pantau Flash
Ulama Besar Habib Ali Assegaf Meninggal Dunia
Vokalis Band 'Kapten' Diciduk Polisi Terkait Kasus Narkoba
Baleg DPR RI Sahkan 33 RUU, BPIP Masuk Prolegnas Prioritas 2021
Gempa di Majene Timbulkan Korban Jiwa Hingga Kantor Gubernur Rusak Berat
Basarnas: Perpanjangan Pencarian Sriwijaya Tahap Pertama Sampai 3 Hari

PBNU Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan

PBNU Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan Kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di 4 provinsi yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mendesak pemerintah untuk mencabut izin perusahaan pembakar hutan.

"Cabut izin perusahaan pembakar hutan dan pidanakan penanggung jawabnya," kata Robikin kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Polri Sebut Jumlah Tersangka Kahutla Bertambah, Ini Rinciannya

Dia mengatakan pembakaran hutan berdampak serius bagi lingkungan. Musnahnya ekosistem dan gangguan kabut asap merupakan ancaman serius bagi kehidupan.

Menurut dia, perlu berbagai cara untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, termasuk penegakan hukum di bidang hukum pidana, lingkungan hidup dan juga administrasi.

Robikin mengatakan UU Kehutanan (UU 41/1999) dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU 32/2009) serta UU terkait lain mengancam ganjaran penjara dan denda bagi pembakar hutan. Sanksi administrasi berupa pencabutan izin perusahaan juga dapat dikenakan.

"Seperti dimaklumi, subjek hukum adalah segala sesuatu yang dapat dibebani hak dan kewajiban. Dia, subjek hukum, bisa berupa manusia atau korporasi," kata dia.

Baca juga: Karhutla Terus Terjadi, BNPB: Kita Adalah Pembunuh Potensial

Dia mengatakan imparsialitas hukum harus diwujudkan terhadap pembakar hutan. Politik belah bambu dalam penegakan hukum tidak boleh terjadi dengan satu diinjak yang lain diangkat.

"Bila hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas terhadap pembakar hutan juga harus dibuktikan sebagai sesuatu yang tidak benar," kata dia.

Di berbagai wilayah, Robikin mengatakan NU menyerukan dan mengajak serta masyarakat Muslim untuk melakukan shalat istisqa yaitu memohon pertolongan Allah SWT dengan melakukan shalat dua rakaat agar diturunkan hujan.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: