Pantau Flash
Wapres Sebut MUI Terapkan Moderasi dalam Fatwa Vaksin COVID-19
Pemerintah Anggarkan Rp2 Triliun untuk Bayar Utang ke Guru dan Dosen Agama
36 Pegawai Kedeputian Penindakan KPK Positif COVID-19
Pos Penyekatan di Jembatan Suramadu Resmi Ditiadakan
Perhatian! Warga dengan KTP Non DKI Jakarta Bisa Ikut Vaksinasi COVID-19

PBNU Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021

PBNU Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021 Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriyah atau Idul Fitri jatuh pada Kamis (13/5/2021) setelah melakukan rukyatul hilal di beberapa lokasi, demikian pernyataan tertulis PBNU yang diterima di Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Pada pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj itu dijelaskan, PBNU pada Selasa telah melakukan rukyatul hilal bil fi'il di beberapa lokasi yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal, dengan demikian umur bulan Ramadhan 1422 H adalah 30 hari.

Baca juga: NU Minta Polemik Salat Ied Dihentikan: Warga Harus Patuhi Aturan Pemerintah

Dalam pemantauan, ketinggian hilal saat ini masih berada di bawah ufuk, tepatnya minus 4 derajat, 22 menit, 28 detik berdasarkan data hisab markas Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta.

Berdasarkan data hisab di markas nasional tersebut dan titik-titik ibu kota provinsi di seluruh Indonesia, maka diperhitungkan hilal terbenam lebih dulu dibanding matahari di seluruh Indonesia pada saat pelaksanaan rukyatul hilal.

Namun kapan Idul Fitri 1442 H atau tanggal 1 Syawal 1442 H, akan diketahui setelah sidang isbat yang akan dilaksanakan pada Selasa (11/5/2021) setelah pelaksanaan rukyatul hilal rampung.

Penentuan 1 Syawal itu sama dengan yang diputuskan Muhammadiyah yang juga menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah pada Kamis 13 Mei berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

"PP Muhammadiyah berdasarkan metode hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid bahwa hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021," ujar Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto.

Baca juga: PBNU Desak Pemerintah Ambil Langkah Diplomatik atas Serangan Israel di Masjid Al Aqsa

Dasar penetapan 1 Syawal itu karena berdasarkan hasil pemantauan hilal Ijtimak atau konjungsi antara matahari dan bulan jelang Syawal 1442 H terjadi pada Rabu 12 Mei 2021 pukul 02.03.02 WIB.

Hilal sudah terwujud saat terbenam matahari di Yogyakarta, dan di seluruh wilayah Indonesia. Pada saat terbenam matahari, bulan berada di atas ufuk. Kemunculan hilal tersebut menandai 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

"Pada saat matahari terbenam, kita memperoleh data tinggi bulan 5 derajat 31 menit. Artinya ketika matahari terbenam bulan masih di atas ufuk belum terbenam dengan ketinggian 5 derajat 31 menit," ujar pakar falak Muhammadiyah Oman Fathurrahman.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: