Pegawai BPIP Didorong Mampu Menjawab Persoalan Bangsa

Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D (Foto: Istimewa)

Pantau – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Orientasi Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Pegawai di Lingkungan BPIP di Bandung, Jawa Barat, Rabu, (21/6/2022).

Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mendorong pimpinan dan pegawai BPIP di lingkungan BPIP mampu menjawab persoalan yang ada di Bangsa ini melalui integritas dan kerja sama.

“Kita juga perlu mengadopsi konsep pembelajaran yang diajarkan Ki Hajar Dewantara melalui tiga konsepnya yaitu ngarsa atau di depan, ing madya mangun karsa atau prakarsa ide dan tut wuri handayani yang artinya seorang pimpinan harus bisa memberikan dorongan dan arahan,” ucapnya saat membuka acara.

Ia mengakui persoalan bangsa saat ini masih ada terutama adalah intoleransi dan masih adanya sekelompok orang yang berseberangan dengan Pancasila (anti Pancasila) serta minimnya kepercayaan publik terhadap Pancasila.

Padahal menurutnya Bung Hatta melihat semangat inti sari Pancasila sebagai gotong royong sehingga menemui lima anggota PPKI untuk mengusulkan agar sila pertama Pancasila diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.

“Bung Hatta itu memandang, sila pertama bukan soal hormat menghormati agama masing-masing melainkan juga dasar bagi tindakan keadilan, kebaikan dan kejujuran,” jelasnya kepada 53 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pratama dan Pejabat Fungsional Madya di lingkungan BPIP.

Ia berpesan semangat untuk menjaga asa tersebut harus berlipat, karena seluruh elemen masyarakat bertanggungjawab untuk merawat nilai-nilai Pancasila serta membumikannya melalui program kerja dan kegiatan yang dirumuskan bersama guna meningkatkan kepercayaan publik.

Untuk menjaga relevansi Ideologi Pancasila di tengah pesatnya perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat melalui teknologi dan media sosial, maka perlu mendasarkan setiap program kerja yang dibuat ke dalam tiga strategi.

“Strategi itu pertama adalah perlunya mengenal karakter dan kecenderungan masing-masing generasi, selanjutnya adalah menanggapi dan membaca perubahan zaman utamanya adalah teknologi dan ke tiga adalah kerjasama dan kolaborasi,” paparnya.

Ia berharap dengan kegiatan tersebut tidak hanya sebatas seremonial melainkan dapat mengimplementasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam sikap, perilaku, etos kerja, etika dan terobosan-terobosan baru dalam melakukan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada masyarakat.

“Ini kita harapkan mampu meningkatkan dan menjaga kepercayaan masyarakat kepada Pancasila dan NKRI,” tutupnya.

Saat menjadi narasumber Wakil Kepala BPIP DR. Drs. Karjono, S.H., M.Hum mengakui dengan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap Pancasila, berdasarkan survei Badan Nasional Penaggukangan Terorisme terdapat 85 persen milenial terpapar radikalisme.

“Sehingga belakangan ini masih banyak penangkapan terduga radikalisme oleh para penegak hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan perlu ada penguatan kelembagaan sehingga BPIP tetap kokoh dalam menjalankan tusinya yaitu membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Dirinya juga menegaskan dengan diberlakukannya kurikulum Pendidikan Pancasila untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai dengan Perguruan tinggi yang ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2022 tengang Standar Nasional Pendidikan menjadi sebuah benteng penguatan Pancasila bagi generasi bangsa.

“Selain itu juga banyak Peraturan Peraturan yang erat dengan BPIP yang dapat memperkuat Pancasila salah satunya Perpres tentang PIP bagi generasi muda melalui Paskibraka,” jelasnya.

Sekretaris Utama BPIP Dr. Adhianti, S.I.P., M.Si, mengapresiasi kegiatan tersebut ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat menguatkan pemahaman pegawai BPIP terhadap materi Pembinaan Ideologi Pancasila yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya.

“Kita harapkan penguatan materi PIP ini dapat menyamakan persepsi terhadap materi PIP,” harapnya.

Selain itu dalam tindaklanjut kegiatan tersebut akan diproses sertifikasi tenaga pendidik Pembinaan Ideologi Pancasila sesuai dengan persyaratan kompetensinya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Baby Siti Salamah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, melaporkan gotong royong nasional perlu dikonstruksikan dalam suatu jejaring kerja yang kokoh baik lingkup nasional, internasional maupun lokal.

“Jejaring Panca Mandala perlu dibangun secara simultan dalam rangka mewujudkan gotong royong pelaksanaan PIP,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda strategis dalam rangka menguatkan pemahaman pegawai terhadap materi Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Kegiatan ini juga selaras dengan PP Nomor 11 tahun 20217 tentang manajemen PNS, terutama terkait dalam pengembangan kompetensi pegawai,” paparnya.

Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu upaya konkret untuk mengkatalis penguatan peran pegawai BPIP dan komponen bangsa lainnya dalam merawat 4 konsensus.

“Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan secara lintas unit kerja ini perlu ada berkesinambunangan untuk menjamin ketersediaan pegawai yang berkompeten,” harapnya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih