Pantau Flash
Muhyiddin Yasin Bakal Dilantik Sebagai PM Malaysia ke-8
Liga 1 2020 Dimulai, Wakil Presiden Harapkan Kompetisi Sehat
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia

Pelaku Bom Polrestabes Medan Diduga Pengemudi Ojol, Ini Respons Kemenhub

Pelaku Bom Polrestabes Medan Diduga Pengemudi Ojol, Ini Respons Kemenhub Lambang Gojek (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan memastikan status pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, benar pengemudi ojek daring atau bukan.

“Saya konfirmasi dulu, apakah benar yang bersangkutan pengemudi atau bagaimana,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi usai rapat kerja dengan Komisi V DPR, di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Budi mengatakan saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa atribut ojek daring bisa didapatkan secara bebas, baik itu helm maupun jaket.

“Sekarang gini, jaket itu bisa di mana-mana. Dijual bebas juga. Bisa jadi bentuk penyamaran, seolah profesi itu jadi bebas ke mana-mana,” katanya.

Baca juga: Infografis Kronologi Serangan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Ia juga akan berkoordinasi dengan aplikator terkait usulan pembatasan penjualan dan pendistribusian atribut ojek daring.

“Berikutnya komunikasi dengan aplikator, apakah mungkin penjualannya atau pendistribusiannya dibatasi pada profesi,” katanya.

Dengan kejadian seperti itu, Budi mengatakan akan memperketat pengawasan terhadap ojek daring karena selama ini hanya terfokus pada keselamatan dan keamanan berkendara.

“Di ojek online ‘kan selama ini hanya peraturan untuk keselamatan dan keamanan. Ternyata ada seperti ini, nanti kita optimalkan pengawasan kita. Mungkin dalam bentuk aplikasi atau apa,” katanya.

Baca juga: 5 Fakta Mencengangkan Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Sementara Menteri Perhubungan Budi mengimbau aplikator untuk memperketat seleksi calon pengemudi ojek daring guna menjamin keselamatan terkait adanya aksi bom bunuh diri yang beratribut ojek daring.

“Tentu ini menjadi suatu evaluasi bagi kita bagi operator, kalau itu memang pengendara online, untuk melakukan seleksi secara baik, baik melalui tatap muka walaupun melalui suatu penelitian secara acak apa yg dikomunikasikan oleh yang bersangkutan,” kata Menhub

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: