Pantau Flash
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19
Waketum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia
Kasus Positif COVID-19 per 7 Agustus Melonjak 2.473 dengan Total 121.226

Pelaku Penjualan Data Pribadi Dibekuk, Harga Paket Termahal Capai Rp20 Juta

Headline
Pelaku Penjualan Data Pribadi Dibekuk, Harga Paket Termahal Capai Rp20 Juta Pengungkapan kasus jual beli data pribadi (Foto: Antara/Dyah Dwi)

Pantau.com - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap tersangka penjual data kependudukan KTP dan rekening melalui situs dan aplikasi perpesanan. 

Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Syafruddin dalam mengatakan tersangka yang berinisial C (32) ditangkap pada Selasa, 6 Agustus 2019, di Depok, Jawa Barat.

"Modusnya adalah yang bersangkutan menjual dari situs temanmarketing.com, di mana di dalamnya dicantumkan yang membutuhkan data bisa ke situs tersebut dan dicantumkan nomor tersangka ini," ujar Asep Syafruddin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Perempuan di Video Mesum Gangbang Garut Berprofesi Sebagai Biduan Dangdut

Dari iklan itu, polisi lalu menyamar dengan membeli melalui aplikasi perpesanan dan mendapatkan bukti transaksi itu. Tersangka menawarkan beberapa paket yang harganya disesuaikan dengan jumlah data yang akan dibeli, yakni berkisar antara Rp350.000 hingga Rp20 juta.

Tersangka C memiliki jutaan data meliputi nama lengkap, nomor telepon genggam, alamat, nomor induk kependudukan, nomor KK, rekening bank, nomor kartu kredit, dan data pribadi lain-lain.

Baca juga: Terjerat Kasus Narkoba, Umar Kei Minta Maaf

Polisi masih mendalami sumber data dan konsumen tersangka C. Sejauh ini dari keterangan tersangka, ia mendapatkan data tersebut dari seseorang berinisial I dan mendapatkan komisi sebesar Rp50.000 dari setiap transaksi.

"Dari mana dia mendapatkannya, kemudian kepada siapa dia menjualnya, konsumennya, itu tim kami masih terus melakukan pendalaman secara lebih jelas lagi terhadap kasus ini," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: