Pantau Flash
Terima Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19
Erick Thohir Sebut Vaksin Mandiri Akan Dilakukan Setelah 1-2 Bulan Vaksin Gratis Diberikan
Muhammadiyah Komitmen Dorong Ekonomi Pancasila
Tatanen di Bale Atikan Proyeksi Tata Kelola Kemandirian Pangan di Purwakarta
Bertambah 12.568, Kasus Positif COVID-19 di RI Jadi 939.948 per 20 Januari

Pelarian Dua Eksekutor Pembunuhan Ayah-Anak Sukabumi Berakhir di Lampung

Pelarian Dua Eksekutor Pembunuhan Ayah-Anak Sukabumi Berakhir di Lampung Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Antara/Ricky Prayoga)

Pantau.com - Polisi terus memburu keberadaan para eksekutor yang menghabisi nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anaknya, M. Adi Pradana alias Dana (23). Alhasil, dua dari empat pembunuh bayaran itu berhasil dibeluk di wilayah Lampung.

"Sudah dua orang yang merupakan eksekutor kita tangkap di Lampung," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019).

Bahkan, saat ini kedua eksekutor yang sudah dibekuk itu tengah berada di perjalan guna dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. "Kedua sudah kita amankan dan mereka dalam perjalanan ke sini (Polda Metro Jaya)," pungkas Argo.

Baca juga: Bunuh dan Bakar Ayah-Anak, Eksekutor Pembunuhan Dijanjikan Upah Rp500 Juta

Sedangkan, untuk dua eksekutor lainnya saat ini masih dalam pengejaran dan masih menyandang status sebagai buronan.

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas didalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebakbulus I Kavling 129 B blok U15 RT 03, RW 05, Lebakbulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Ayah-Anak Di Sukabumi

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: