Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Pelemparan Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Polda Jatim: Jangan Terprovokasi

Headline
Pelemparan Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Polda Jatim: Jangan Terprovokasi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur meminta masyarakat tidak terprovokasi adanya dugaan teror berupa pelemparan ular ke Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya pada Senin dini hari.

"Jangan sampai terprovokasi, karena ada skenario dari pihak lain untuk memanas-manasi situasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Kasus Rasial di Asrama Mahasiswa Papua, Polisi Cekal 7 Orang ke Luar Negeri

Barung meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas adanya dugaan teror tersebut. Ia menegaskan, tidak ada teror seperti yang diberitakan, karena jajaran Polda Jatim menjaga keamanan Asrama Mahasiswa Papua dengan ketat.

"Mana mungkin dilempar dari luar, sebab asrama kami jaga keamanannya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua karung berisi empat ekor ular berada di halaman Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Kota Surabaya, di antaranya satu ekor jenis piton.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Rasial ke Mahasiswa Papua

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyesalkan aksi tersebut dan meminta peristiwa itu diusut oleh aparat keamanan.

Ia mengatakan kondisi Kota Surabaya sudah berangsur kondusif setelah dampak insiden di Asrama Mahasiswa Papua pada 16-17 Agustus 2019 yang memunculkan tuduhan aksi rasialis terhadap warga Papua sehingga memicu demonstrasi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: