Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Pembunuh Astrid Ternyata Sopir Angkot Langganannya Sejak di Bangku SMP

Pembunuh Astrid Ternyata Sopir Angkot Langganannya Sejak di Bangku SMP Petugas Polres Rejang Lebong melakukan pemeriksaan terhadap tengkorak manusia yang diduga adalah pelajar korban pembunuhan di daerah itu. (Foto: Antara)

Pantau.com - Sebuah fakta baru terungkap dari kasus pembunuhan terhadap Astrid Aprilia (15), pelajar kelas 1 SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Sebelumnya, Astrid dinyatakan hilang sejak 8 November 2019 lalu. Setelah ditelusuri, ternyata ia telah tewas dan pembunuhnya adalah sopir angkot langganannya.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika di Rejang Lebong, Rabu (22/1/2020), mengatakan tersangka YA (32), warga Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur yang diamankan pihaknya beberapa hari lalu berprofesi sebagai sopir angkot di wilayah itu dan sering ditumpangi oleh korban.

"Antara pelaku dengan korban ini hanya saling kenal, karena pelaku ini adalah sopir angkot yang biasa melayani ataupun dinaiki oleh korban sejak SMP," ujar dia.

Baca juga: Geger! Polisi Temukan Tengkorak Diduga Pelajar Korban Pembunuhan 2019 Silam

Pengungkapan kasus pembunuhan pelajar itu bermula dari laporan pihak keluarganya ke Polres Rejang Lebong pada Desember 2019 atau hampir satu bulan setelah dinyatakan hilang dari rumah yang terletak di Gang Palm, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur sejak 8 November 2019 lalu.

Dari penyelidikan yang dilakukan petugas tersangka YA ini ditangkap setelah penelusuran akun media sosial milik korban facebook yang dinyatakan hilang masih aktif sehingga kemudian dilakukan track terhadap HP milik korban. Kemudian ditemukan di dalam mobil angkot yang biasa dikemudikan tersangka.

Tersangka yang diamankan petugas kemudian mengakui jika telah membunuh korbannya tidak lama setelah hilang pada November 2019. Menurut penuturannya, jasad korban dimasukkan dalam karung dan dibuang di sungai bawah jembatan Air Merah, Kecamatan Curup Tengah.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga motif dari pembunuhan itu dilatarbelakangi penculikan dan permintaan tebusan uang kepada keluarga korban sebesar Rp100 juta yang dilakukan tersangka pada Desember. Namun permintaan ini tidak dipenuhi karena pelaku tidak mau diajak bertemu.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemenggal Kepala Seorang Wanita Muda

Dari penangkapan itu, turut ditemukan barang-barang milik korban seperti HP, sepeda motor, dan emas milik korban. Selain pembunuhan, tersangka juga diduga melakukan pencabulan lantaran di rumahnya ditemukan beberapa celana dalam perempuan.

Sementara itu, upaya pencarian jasad korban yang dilakukan petugas Polres Rejang Lebong bersama anggota TNI, Brimob Polda Bengkulu dan masyarakat serta pihak keluarga dalam dua hari terakhir, ditemukan bagian tubuh korban berupa tengkorak kepala dan kaki di air terjun Ci Bayak yang berada di belakang TPU Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, atau sekitar 1 KM dari jembatan Air Merah.

Jasad korban berupa kepala dan tulang kaki ini ditemukan terbungkus kantong plastik hitam dalam karung, selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan dibawa oleh petugas ke RSUD Curup untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Dokkes Polres Rejang Lebong.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: