Pantau Flash
BEM SI Demo di Depan KPK Usai Ultimatum Tak Digubris Jokowi, Ratusan Personel Disiagakan
Senaf Soll, Pecatan TNI AD yang Jadi Pimpinan KKB Meninggal di RS Bhayangkara Jayapura
Tiba di Polda Metro, Luhut Diperiksa Terkait Laporan Terhadap Haris Azhar
Data per 26 September, 48.526.648 Penduduk Indonesia Sudah Dapat Vaksin Dosis Lengkap
Ngeri, IDI Ungkap Kasus Anak Terinfeksi Covid-19 Tertinggi di Jawa Barat

Pembunuh Bocah di Bogor Mencuri 1000 Celana Dalam Tetangga Sejak 2016

Headline
Pembunuh Bocah di Bogor Mencuri 1000 Celana Dalam Tetangga Sejak 2016 Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika saat konpers pembunuhan bocah di Polres Bogor (Foto: Dok Humas Polres Bogor)

Pantau.com - Kasus tewasnya bocah di tangan tukang bubur di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turut menyita perhatian.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, pelaku bernama Yanto (23) memiliki kelainan seksual dan kerap mencuri celana dalam tetangganya sejak tiga tahun terakhir.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sejak tahun 2016 pelaku sering mencuri celana dalam memiliki tetangganya untuk diisap sebagai penyaluran nafsunya. Hingga saat ini sudah sekitar 1000 celana dalam yang dicurinya," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika di Polres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Melawan Saat Akan Dicabuli Jadi Alasan Tukang Bubur Bunuh Bocah Bogor

Selain kerap mencuri celana dalam tetangga, Yanto juga memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan anak-anak.

Kebiasaan buruk itu pun dilakukannya pada malam hari, sebelum kejadian pembunuhan dan pencabulan yang dilakukannya kepada seorang bocah yang tak lain cucu pemilik kontrakan.

Setelah puas menyetubuhi korban yang telah tidak bernyawa, Yanto lantas kabur ke rumah temannya dan meminjam uang sebesar Rp300.000 dengan alasan akan dikirim ke kampung. Yanto pun kemudian melarikan diri ke Surabaya, Semarang, dan Pemalang sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Baca juga: Sadisnya Yanto, Tega Menyetubuhi Bocah SD yang Telah Dibunuhnya

Barang bukti yang disita dari kasus ini adalah 1 pasang sandal anak-anak berwarna biru, 6 potong kaos, 3 buah celana, 2 buah celana dalam, 1 karpet biru, 4 ember, 1 gayung, 1 kaos dalam anak, 1 buah baju korban, dan 1 buah celana dalam anak.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yanto terancam dijerat pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N