Pemeriksaan Balistik Ditunda, Komnas HAM: Timsus Temukan Perkembangan Penting

Headline
Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

Pantau – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan bahwa pemeriksaan balistik terkait kasus tewasnya Brigadir J harus kembali ditunda atas permintaan pihak Tim Khusu (Timsus).

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan bahwa penundaan tersebut karena ada perkembangan baru yang menurut timsus itu penting.

“Proses balistik hari ini tidak bisa diselenggarakan, kami sudah menyepakati waktu itu hari rabu minggu depan. Mereka ada perkembanagan yang menurut mereka penting,” kata Anam dalam konferensi pers di Komnas HAM, Jumat (5/8/2022).

“Jadi ingin memberikan keterangan kepada Komnas HAM secara lebih,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Anam, pihak timsus juga telah memeriksa dan memproses sejumlah handphone milik pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Oleh karena itu, pihak Komnas HAM pun menyetujui atas permintaan penundaan pemeriksaan balistik itu.

“Kami mendapatkan berbagai informasi ada 10 HP yang sudah diproses, setelah itu kami periksa satu per satu. Makannya, ketika ada permintaan untuk ditunda kami setuju,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menunda meminta keterangan uji balistik dari Polri, yang awalnya dijadwalkan Rabu (3/8/2022) menjadi Jumat (5/8/2022).

“Perubahan ini disampaikan oleh Ketua Tim Khusus Polri, karena masih membutuhkan waktu untuk persiapan bahan yang diperlukan oleh Komnas HAM,” kata Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Anam mengatakan perubahan jadwal tersebut bisa memaksimalkan proses pemberian keterangan sekaligus pendalaman data dan fakta dalam mengungkap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Permintaan keterangan uji balistik dari Polri itu diperlukan untuk mengecek dan memastikan kepemilikan senjata, penggunaan senjata, karakter peluru, dan lain sebagainya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih