Pantau Flash
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19
Kapolri: Kami Siap Laksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar

Pemerintah Bakal Batasi WNA Datang ke Papua, Fraksi PDIP Pasang Badan

Pemerintah Bakal Batasi WNA Datang ke Papua, Fraksi PDIP Pasang Badan Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Anggota Komisi I Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira menilai kebijakan untuk membatasi Warga Negara Asing masuk ke Papua tidak ada salahnya dilakukan dalam situasi seperti saat ini. Hal itu dilakukan agar permasalahan di Papua tidak diinternasionalisasikan.

"Saya kira sebagai negara yang berdaulat kita bisa membatasi, nggak ada salahnya kita membatasi WNA yang ada di Papua selama mereka memberikan indikasi-indikasi bahwa keberadaan mereka itu justru untuk mengangkat dan menginternasionalisasi masalah Papua ini," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: Ada WNA di Kericuhan Papua, Komisi I DPR Akan Panggil Menlu Retno

Andreas mengatakan, di luar negeri yang orang tahu mengenai permasalahan Papua adalah masalah isu rasial dan diskriminasi. Padahal menurutnya saat ini masalahnya tidak seperti itu.

"Nah ini yang saya kira hal-hal yang menjadi tantangan buat kita untuk menyelesaikan masalah Papua ini. Kalau orang bicara di LN soal Papua, orang nggak akan terlalu peduli lagi. Tapi ketika bicara soal rasialis diskirminasi, itu yang jadi masalah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andreas juga meminta kepada pemerintah untuk bisa melakukan pendekatan-pendekatan secara kebudayaan dalam menangani permasalahan Papua.

"Saya kira hal-hal tindakan yang bertindak pidana kriminal harus ditindak tegas. Tetapi juga pemerintah dalam hal ini ya secepatnya menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendekatan kebudayaan, penyelesaian masalah melalui pembangunan di Papua itu tetap harus berjalan. Karena prosesnya selama ini sudah berjalan baik," tandasnya.

Baca Juga: Kenapa 4 WNA Australia Ada di Sorong saat Demo Ricuh? Ini Kata Imigrasi

Sebelumnya diberitakan, Menkopolhukam Wiranto mengatakan, pemerintah membatasi akses masuk turis mancanegara ke Papua dan Papua Barat. Hal itu dimaksudkan untuk keamanan usai demonstrasi yang berujung kerusuhan di sana.

Akses kedatangan orang asing ke Papua dan Papua Barat untuk sementara dibatasi hingga situasi keamanan kondusif. Wiranto menuturkan, negara memiliki hak melakukan pembatasan kedatangan WNA dalam rangka keamanan nasional.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: