Pantau Flash
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November
Studi: Vitamin K dalam Bayam, Telur, dan Keju Bantu Cegah COVID-19
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia

Pemerintah Salut dengan Pemda yang Tangani Masyarakat Terdampak COVID-19

Pemerintah Salut dengan Pemda yang Tangani Masyarakat Terdampak COVID-19 Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

Pantau.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan Pemerintah Pusat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pemerintah Daerah  ataupun unit pemerintahan lebih kecil yang melakukan karantina kelompok terhadap orang-orang yang diduga terkena paparan COVID-19.

"Kami salut dengan yang seperti itu," katanya dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Pemerintah: Belum Ada Wilayah yang Disetujui untuk Terapkan PSBB

Ia mengatakan inisiatif tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang sangat bagus.

Pemerintah dari awal menyadari bahwa penanganan wabah COVID-19 harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh seluruh masyarakat.

"Ini masalah kita bersama, masalah rakyat. Bentuk-bentuk kegiatan inisiasi masyarakat tadi itu membuktikan bahwa kita bisa, kita mampu," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah sangat mengapresiasi bentuk kepedulian masyarakat terhadap bencana wabah yang telah merenggut banyak korban tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi, dan ini bisa jadi contoh untuk RT RW di seluruh Indonesia," katanya.

Baca juga: Sadar Korona, 56 Persen Penduduk Indonesia Tak Mudik Lebaran

Kemudian, Yurianto juga memberikan contoh tentang inisiatif lain penanganan COVID-19 yang patut diapresiasi.

"Ada sekelompok ibu-ibu PKK yang bersama-sama dengan anggota PKK di sana secara massal menjahit masker kain," katanya.

Kelompok masyarakat tersebut, kata dia, mampu membuat 240.000 masker dalam satu pekan dengan menggunakan bahan baku yang dibeli dari dana desa dan dibagikan kepada kepada masyarakat.

"Ini bentuk luar biasa menurut saya. Saya yakin manakala teman-teman kita yang melakukan isolasi secara kelompok memiliki keterampilam menjahit, berikan mesin, kita berikan kain, maka dia juga akan produktif untuk membuat masker kain," katanya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: