Pemerintah Segera Beri Santunan Sosial untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Headline
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras.Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras.

Pantau – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengatakan bahwa pemerintah akan segera memberika santunan sosial kepada para korban Tragedi Kanjuruhan.

“Pemerintah juga akan segera menyusulkan santunan sosial yang nanti akan dilakukan dalam satu atau dua hari ke depan tentang bentuk dan segala macam jenisnya,” ujar Mahfud saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Senin (3/10/2022).

Dalam tragedi ini, Mahfud meminta Menkes, Budi Gunadi Sadikin, memberikan pelayanan terbaik untuk korban.

“Menteri Kesehatan diminta melakukan atau memberikan pelayanan kesehatan dengan tidak dulu mempersoalkan biaya biar negara yang urus seluruh perawatan bagi perawatan, bagi yang sakit, bagi yang masih dirawat, dan sebagainya perlu obat ini obat itu perlu rumah sakit ini rumah sakit itu supaya dilakukan dengan baik termasuk di dalamnya trauma healing,” katanya.

Total korban tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur bertambah menjadi 448 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi korban tewas dan luka-luka.

“Hasil akhir korban yang sudah diverifikasi sebanyak 448 korban,” kata Menko PMK, Muhadjir Effendy saat dimintai keterangan, Senin.

Muhadjir menjelaskan dari total 448 korban itu, sebanyak 125 orang tewas, 302 orang luka ringan dan 21 orang luka berat.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia