Pantau Flash
Akibat Korona, Luhut: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Tertunda
KPAI Bentuk Dewan Etik Dalami Polemik 'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang'
Jihad Islam Palestina Sepakati Gencatan Senjata dengan Israel di Jalur Gaza
Komisi I DPR: Dewas TVRI Stop Gelar Seleksi Calon Dirut!
Vanessa Bryant Gugat Operator Helikopter yang Tewaskan Suaminya

Pemusnahan Miras dan Rokok Ilegal, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp20 Miliar

Pemusnahan Miras dan Rokok Ilegal, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp20 Miliar ribuan botol miras yang dimusnahkan (Foto: Pantau.com/Daffa Maududy)

Pantau.com - Sinergi Bea Cukai yang bekerja sama dnegan Aparat Penegak Hukum, berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras dan jutaan rokok yang bersifat ilegal. Hal ini dianggap ilegal karena tidak membayar pita cukai, tidak memiliki izin impor, dan tidak mengantongi izin badan POM. Barang-barang tersebut berasal dari wilayah Jakarta.

"Untuk melindungi masyarakat dari konsumsi barang yang tidak legal, bukan hanya dia dibatasi karena penggunaannya terbatas pada suatu konsumen, tapi yang ini lebih parah lagi, ini ilegal. Ada yang ilegal dengan memalsukan merek, jadi terlihat seperti merek terkenal, jadi jangan sampai ada konsumen yang membeli dengan harga yang standar atau mahal, namun barang yang didapat tidak sesuai," tutur Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi, di Kantor Pusat Bea dan Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, pada Kamis (19/12/2019).

Untuk kerugian yang diterima oleh negara, hampir mencapai Rp20 miliar, dari total keseluruhan minuman keras dan rokok yang masuk secara ilegal tersebut "Kerugiannya kurang lebih sekitar 6,5 miliar, namun karena dia tidak bayar bea cukai, itu berpotensi menjadi dua kali lipat, menjadi sekitar Rp13 miliar. Jadi total keseluruhan kerugian negara hampir 20 miliar," tambahnya.

Baca juga: Reaksi Para Pengusaha Atas Menindakan Rokok Ilegal yang Tercyduk

Pada data yang diberikan, telah terjadi 6.113 kali penindakan pada rokok ilegal, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya terjadi 5.436 kali penindakan. Dan pada tahun ini, terjadi penangkapan sebanyak 738 kali untuk minuman keras yang ilegal. 

Untuk minuman keras, jumlah yang berhasil diamankan sebanyak 1,33 juta liter minuman keras.

Seluruh barang yang diamankan tersebut, baik minuman keras ataupun rokok yang bersifat ilegal, akan dimusnahkan, dan tidak ada yang akan dilelang. "Untuk tersangka, ada beberapa tersangka yang sudah diamankan, dan sudah ada yang dipidana selama 3 tahun 4 bulan," ujar Dirjen Bea dan Cukai.

Baca juga: Demi Mencegah Penyelundupan, Kemenhub Tambah Personel di Pelabuhan

Selain minuman keras dan rokok ilegal, terdapat barang ilegal lainnya berupa handphone, yang dimana memiliki nomor IMEI palsu.

Untuk selanjutnya, sesuai dengan arahan dan kesepakatan dari Menteri Keuangan, POLRI, Kejaksaan Agung, dan Menteri Perhubungan, 4 lembaga tersebut akan bersinergi dalam upaya penguatan proses penyidikan yang akan berlanjut pada diberikannya tuntuan pada pelaku.

"Untuk kelompoknya, saya bedakan dengan modusnya saja ya. Untuk modus yang pertama, barang selundupan dimasukkan lewat pelabuhan utama, caranya itu dimasukkan kedalam kontainer, dan beratnya itu disetarakan dengan barang yang sesuai, misalnya penyelundupan mobil, dikatakan kontainer tersebut berisi batu bata, untuk melakukan kamuflase agar tidak di curigai oleh petugas. Lalu modus yang kedua, melalui pelabuhan pesisir laut, terutama pesisir timur sumatera, mobil atau moger biasanya di pretelin, dimasukkannya secara berangsur, lalu kemudian di rakit," lanjut Pak Heru.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Daffa Maududy Fitranaarda
Category
Nasional

Berita Terkait: