Pantau Flash
DKI Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak Pasien Sembuh COVID-19
KKP Tingkatkan Kapasitas Pengawas Deteksi Hasil Pencurian Ikan
Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat COVID-19
Pemkot Surabaya Sisir Ponpes Antisipasi Penularan COVID-19
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

Peneliti Ungkap Trenggiling Sebarkan Virus Korona dan Sendai

Peneliti Ungkap Trenggiling Sebarkan Virus Korona dan Sendai Ilustrasi - Hewan Trenggiling. (Foto: Antara/Anggir)

Pantau.com - Peneliti mikrobiologi Sugiyono Saputra mengatakan, hewan Trenggiling tidak hanya berpotensi menjadi perantara yang menginfeksi virus korona ke manusia, tapi juga memiliki virus korona sendiri dan virus sendai.

"Trenggiling memang inang atau tempat virus corona. Ada analisis viral metagenomic dari trenggiling bahwa virus korona itu termasuk yang dominan bersama juga virus sendai," kata peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu ketika dihubungi dari Jakarta pada Kamis (13/2/2020).

Sampai saat ini keberadaan kedua virus itu di Trenggiling masih belum diketahui efek sampingnya untuk hewan inangnya.

Baca juga: Peneliti: 2017 China Pernah Publikasikan Virus Korona Kelelawar Menular

Bisa saja, menurut Sugiyono, adanya virus korona dan sendai mungkin bisa menyebabkan penyakit di hewan terancam punah itu atau bisa juga menyebabkan kondisi sub-klinis artinya tidak menimbulkan gejala.

Sebelumnya, virus korona jenis baru muncul di Wuhan, China, yang kini dikenal sebagai Covid-19 dan sejauh ini menginfeksi puluhan ribu orang dan menyebabkan kematian lebih dari 1.000 orang di China. Virus itu juga sudah menyebar tidak hanya di China tapi di negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

South China Agricultural University menyampaikan hasil penelitian terbaru mereka yang menyimpulkan urutan genom virus korona dari Trenggiling dalam penelitian 99 persen identik dengan yang diambil dari pasien yang terinfeksi.

Baca juga: Kapal Pesiar Ini Ditolak Berlabuh di 5 Pelabuhan karena Virus Korona

Peneliti menyimpulkan trenggiling kemungkinan menjadi inang perantara yang memungkinkan infeksi terhadap manusia setelah mendapatkannya dari kelelawar sebagai inang utama.

"Asumsinya bisa jadi memang ada re-kombinasi antara virus yang dari kelelawar dengan yang ada di trenggiling itu. Terus mengalami mutasi sehingga akhirnya bisa menginfeksi manusia. Itu masih berupa kemungkinan-kemungkinan," tuturnya.

Sementara untuk diketahui, Trenggiling adalah mamalia bersisik yang terancam punah keberadaannya karena habitat yang semakin sedikit dan menjadi objek perdagangan hewan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: