Pengacara Apresiasi Tiga Kasus Investasi Bodong Sudah P21 di Bareskrim, Apa aja?

Headline
Pengacara Alvin Lim selaku ketua pengurus LQ Indonesia Lawfirm. (Foto: Dokumentasi LQI)

Pantau – LQ Indonesia Lawfirm mengapresiasi kerja Bareskrim Mabes Polri sudah lengkap berkasnya atau p21 terkait investasi bodong yang merugikan masyarakat lebih dari Rp 1 triliun.

“Kerja keras polisi bagi masyarakat khususnya Korban Investasi bodong dihargai dan diapresiasi oleh seluruh jajaran masyarakat,” kata Pengacara Alvin Lim selaku ketua pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Senin, (1/8/2022).

Tiga kasus besar yang sudah p21 adalah;

1. Kasus KSP Indosurya akhirnya P21 dengan total aset sitaan Rp2.4 triliun dari Rp400 milyar korban pelapor pidana.

2. Kasus Investasi bodong Robot trading DNA Pro dan Fahrenheit, dalam kasus DNA Pro, sudah disita aset kurang lebih Rp500 milyar dan korban pelapor pidana sekitar Rp250 milyar.

3. Dalam Robot trading Fahrenheit sudah di sita aset dan cash di rekening bank senilai Rp89 milyar yang mencukupi para korban pelapor pidana.

Sebagai Firma hukum, Alvin sudah mengantongi pendampingan 5000 korban masyarakat terkait investasi bodong.

Selanjutnya, Bareskrim masih berkomitmen menyita aset lainnya yang di gelapkan melalui PT Indosurya IntiFinance dan Atas nama Surya Effendy melalui LP 0204 dan 0315 SPKT Bareskrim, serta segera menahan Surya Effendy, Natalia Tjandra serta 11 terlapor lainnya yang diduga terlibat dalam pidana pencucian uang.

Bareskrim juga sudah menyita beberapa bidang properti dari data yang LQ berikan ke penyidik untuk Laporan 0204 dan 0315 yang diadukan oleh LQ.

Selesainya pelimpahan tahap 2, maka tugas penyidik Polri sudah selesai dan selanjutnya, tim LQ akan mengawal di persidangan Pengadilan hingga Mahkamah Agung dan nantinya proses eksekusi pengembalian dana sitaan agar tidak disita negara, namun dikembalikan ke para korban.

Ini menjadi komitmen tim LQ untuk membantu maksimal dan menyeluruh kepada klien korban Investasi Bodong yang mempercayakan kepada LQ.

Atas P21 nya 3 kasus Investasi bodong diatas, LQ akan melanjutkan pendampingan kasus Investasi bodong lainnya: Mahkota/OSO Sekuritas, Narada, KSP SB dan Minnapadi yang masih belum mendapatkan kepastian hukum.

“Mohon kepada para klien LQ dan korban yang namanya belum di berkas perkara Laporan Polisi segera mengirimkan kelengkapan berkas bukti korban ke 0817-489-0999 (Tangerang) dan 0818-0454-4489 (Surabaya) atau kantor cabang LQ terdekat untuk memastikan klaim aset sitaan dapat di bantu hingga korban mendapatkan ganti rugi,” paparnya lagi.

Kemenkop Minta Bareskrim dan Kejagung Kejar Aset KSP Indosurya

Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi meminta Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengejar aset yang dimiliki Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

“Aset ini dapat ditarik dan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada anggota sebagai implementasi tahapan homologasi yang telah ditetapkan oleh pengadilan,” ucap Ahmad Zabadi lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin (1/8/2022).

Sejauh ini, Kemenkop mengapresiasi Bareskrim dan Kejagung yang telah memproses kasus gagal bayar KSP Indosurya. Saat ini, kata Zabadi, Kejagung menyatakan bahwa berkas perkara terkait kasus gagal bayar telah dinyatakan lengkap (P21).

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni