Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Otak Brigadir J Hilang, Ini Penjelasannya

Headline
Kuasa Hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak (Foto: tangkapan layar YouTube Refly Harun)

Pantau – Hasil autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir Nofryansah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J hingga saat ini masih menjadi perbincangan publik lantaran adanya dugaan otak Brigadir J pindah ke bagian perut.

Terkait hal tersebut, Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J bahwa faktanya Brigadir J mendapatkan luka tembak di bagian kepala hingga menembus ke hidungnya.

Seperti yang dilihat tim Pantau.com di kanal YouTube Refly Harun pada Senin (1/8/2022), Kamaruddin menjelaskan bahwa saat autopsi tim dokter tidak menemukan adanya otak di bagian kepala Brigadir J.

“Jadi apa yang mereka catat itu sudah hasil kerja sama dengan dokter-dokter forensik itu misalnya dibuka kepala gitu yah, kepala pertamanya tidak ditemukan otaknya,” kata Kamaruddin di kanal YouTube tersebut pada Minggu (31/7/2022).

Justru yang ditemukan adalah semacam enam retakan yang terdapat di kepala Brigadir J

“Yang ditemukan adalah ada semacam retak enam di dalam kepala itu,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Kamaruddin, tim dokter dari perwakilan keluarga Brigadir J sempat menemukan sebuah benjolan dan juga bekas lem di bagian belakang kepala. Dan saat dibuka, ternyata ada sebuah lubang yang menembus ke bagian hidung.

“Lubangnya disonde itu ditusuk pakai seperti sumpit ada alatnya disonde ke arah mata mentok. Tapi begitu disondek ke arah hidung ternyata tembus,” ungkapnya.

Ia juga berkali-kali menyampaikan ke media jika luka tersebut merupakan luka tembakan dari arah belakang kepala.

“Itulah mengapa adanya jahitan yang sebelumnya difoto ketika berulang kali saya berikan kepada media itu bekas luka peluru yang ditembak dari belakang kepala dengan posisi agak tegak lurus gitu,” tambah Kamaruddin.

Oleh karena itu, pihak keluarga Brigadir J membantah terkait tewasnya Brigadir J karena adanya tembak menembak dari posisi atas ke bawah, melainkan tembakan tersebut dilakukan saling berhadapan.

“Inilah salah satu bukti yang membantah penjelasan Karopenmas Polri bahwa Brigadir J tembak-menembak dari atas ke bawah,” ujar Kamaruddin.

“Kalau tembak-menembak itu kan saling berhadapan, jadi artinya, tembakan itu tegak lurus dari belakang ke hidung. Makanya waktu itu hidungnya ada jahitan,” sambungnya.

Dan ia menegaskan jika hal-hal yang disampaikannya itu merupakan hasil autopsi yang dilakukan bersama-sama oleh tim dokter forensik.

“Ini dokter yang menyatakan, jadi dokter forensik bersama-sama dengan dokter yang mewakili kita ya, jadi mereka menceritakan ini ditembak dari belakang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Beredar di media sosial Twitter mengenai dugaan pindahnya organ tubuh Brigadir J. Hal itu disinggung oleh netizen yang mencoba mengalihkan pembahasan mengenai Kominfo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat digital Asia Tenggara.

Seperti yang dilihat tim Pantau.com pada unggahan di akun @vsp***, Minggu (31/7/2022). Akun tersebut berbicara soal hasil autopsi Brigadir J bahwa otaknya pindah ke bagian perut.

“Kalian ribut kominfo, apa enggak baca berita kalau hasil autopsi Brigadir J otaknya pindah ke perut,” kata akun @vsp***.

Ia mengatakan telah membaca berita tersebut, namun ia mengaku belum mengetahui detail mengapa otak Brigadir J bisa pindah ke perut.

“Itu aku sekilas baca beritanya, isinya begitu ya. Enggak paham siapa yang melakukan hal tersebut. Entah pelaku atau memang tim forensik yang nitip otak ditaruh di perut dulu. Kita bantu doa aja ya,” sambungnya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih