Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Pengamat: Jokowi Perlu Menambah Menteri Perempuan di Kabinet Mendatang

Pengamat: Jokowi Perlu Menambah Menteri Perempuan di Kabinet Mendatang Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Agus Salim)

Pantau.com - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Wiwik Novianti mengatakan presiden terpilih Joko Widodo perlu menambah jumlah perempuan sebagai menteri dalam susunan kabinet mendatang.

"Presiden perlu menambah jumlah perempuan dalam kabinet mendatang guna mendukung program kesetaraan gender," kata Wiwik di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Pengamat: Menteri Jokowi Harus Kerja Ekstra Keras Soal Pemindahan Ibu Kota

Wiwik yang merupakan dosen Magister Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed mengatakan, penambahan jumlah perempuan sebagai menteri akan sejalan dengan program pemberdayaan perempuan.

"Selain itu, penambahan jumlah perempuan sebagai menteri diperlukan mengingat banyak perempuan Indonesia yang cerdas, cakap dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang mumpuni," katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Ahmad Sabiq menambahkan presiden terpilih juga diharapkan membentuk kabinet yang proporsional.

"Presiden Joko Widodo jangan membentuk kabinet yang gemuk pada kabinet mendatang," katanya.

Baca juga: Hendropriyono Bicara Peluang Anaknya Masuk Daftar Menteri Muda Jokowi

Dia mengatakan, penyusunan kabinet harus wajar dan proporsional.

"Partai pendukung tentu harus diakomodasi tetapi tetap harus wajar dan proporsional. Jangan sampai malah menjadi tidak efisien," katanya.

Selain itu, dia juga berharap presiden terpilih untuk memilih menteri yang cakap dan profesional.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: