Pengamat Kepolisian Ingatkan Rekrutmen Polisi Berdasarkan Profesionalisme

Headline
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: Antara)

Pantau – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengingatkan proses rekruitmen polisi harus mengedepankan profesionalisme bukan berdasarkan rasa belas kasihan.

“Rekruitmen polisi juga harus tetap mengedepankan profesionalisme bukan belas kasihan,” kata Bambang menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit menawarkan anak korban tragedi Kanjuruhan masuk Polri, Senin (3/10/2022).

Bambang menghargai niat baik yang disampaikan Kapolri, tetapi terlepas dari itu, pola pemberian janji-janji dan harapan seperti itu dinilai tidak proporsional dan tidak mendidik dengan cara yang benar.

Ia juga mengingatkan Polri bahwa hal terpenting yang dilakukan dalam menangani tragedi kemanusiaan itu adalah mengusut tuntas akar masalah.

“Yang terpenting saat ini adalah mengusut tuntas akar masalah penyebab kematian 125 orang pendukung Arema dalam tragedi Kanjuruhan,” ujar Bambang.

Dihubungi terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan setelah insiden kericuhan di Stasiun Kanjuruhan Malang, Polri membentuk tim investigasi yang melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan dalam mengusut tragedi tersebut.

Tim investigasi itu melibatkan Bareskrim Polri, Tim Laboratorium Forensik, Inafis, Inspektorat Khusus (Itsus) dan Propam, dan kedokteran polisi (Dokpol).

Ia menjelaskan tim investigasi dari Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, antara lain Direktur PT LIB, Ketua PSSI Jawa Timur, Ketua Panpel Arema, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.

Kemudian tim dari Laboratorium Forensik Polri melakukan pemeriksaan dengan mendalami dan menganalisa 32 titik kamera pengawas CCTV serta Digital Voice Recorder (DVR), memeriksa dan menganalisis enam buah ponsel.

“Tiga dari enam ponsel ini teridentifikasi milik korban dan tiga ponsel ini lagi diproses karena menggunakan password (sandi pengaman),” kata Dedi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Renalya Arinda
Penulis
Renalya Arinda