Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Pengamat Nilai Wajar Tak Ada Partai Baru Lolos Ambang Batas Parlemen

Headline
Pengamat Nilai Wajar Tak Ada Partai Baru Lolos Ambang Batas Parlemen Ilustrasi pemilu (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi mengatakan prediksi dan survei partai-partai baru tidak lolos ke Senayan cukup wajar dan normal.

"Selain sebagai new comer, positioning  dan strategi branding mereka pun terbilang tidak tepat," kata Ari di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Elektabilitas dengan Jokowi Kian Tipis di Litbang Kompas, Ini Kata BPN

Syarat untuk dapat lolos ke parlemen adalah suatu partai harus memenuhi ambang batas atau parliamentary threshold, dengan kata lain adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di DPR dan DPRD.

Menurut Ari, pengambilan posisi dan strategi kampanye untuk citra diri dan partai (branding) yang tidak tepat itu bukan hanya tidak mendongkrak elektabilitas, bahkan menimbulkan dampak persepsi negatif publik.

"Hal itu terlihat dari tingginya resistensi masyarakat, terhadap partai-partai baru termasuk PSI yang dibesut anak-anak milenial," kata Ari.

Hasil survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan tidak satu pun partai pendatang baru di Pemilu 2019 yang lolos ambang batas parlemen (PT) 4 persen.

Baca juga: BPN Prabowo Klaim Unggul Survei Internal, TKN: Penggiringan Opini

Tak hanya itu, survei tersebut juga menunjukkan resistensi atau penolakan masyarakat terhadap partai-partai tersebut. Bahkan, angka resistansi tersebut justru lebih tinggi dari elektabilitas mereka.

Dikutip dari Litbang Kompas, PSI memiliki elektabiltas 0,9 persen, resistensi masyarakat 5,6 persen. Partai baru yang dipimpin Grace Natalie ini mempunyai resistensi paling tinggi.

Selanjutnya adalah Perindo dengan elektabilitas 1,5 persen, resistensinya 1,9 persen. Kemudian Berkarya elektabilitas 0,5 persen, resistensinya 1,3 persen, dan Partai Garuda elektabilitas 0,2 persen, resistensinya 0,9 persen.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta