Pantau Flash
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak
Kinerja Industri Pengolahan Triwulan II-2020 Anjlok
Kemenkes Sebut Rp150 Ribu Bukan HET Rapid Test COVID-19
98 Orang di Secapa AD yang Dinyatakan Positif Ternyata Negatif COVID-19
Kantor DPRD Jateng Ditutup Selama 3 hari

Pengamat Sebut Penabrak Pengendara Grabwheels hingga Tewas Harusnya Ditahan

Pengamat Sebut Penabrak Pengendara Grabwheels hingga Tewas Harusnya Ditahan Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengamat transportasi publik Azas Tigor Nainggolan mengatakan pengendara Toyota Camry yang menabrak hingga menewaskan dua pengguna skuter listrik di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) seharusnya ditahan oleh polisi.

"Itu hukumannya berat. Jadi menurut saya harus ditahan sebab setiap warga negara itu sama di mata hukum," katanya di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca juga: Orangtua Korban Tewas Grabwheels vs Camry Kecewa Tersangka Tak Ditahan

Pernyataan itu disampaikan pengamat dari Forum Warga Jakarta (Fakta) itu menyikapi keputusan Ditlantas Polda Metro Jaya yang tidak menahan tersangka DH usai mobil Toyota Camry yang dikemudikan menabrak dua pengguna skuter llistrik Grabwheels hingga tewas dan satu lainnya luka serius.

Bahkan, kata Tigor, polisi sudah memastikan DH terpengaruh minuman beralkohol saat kejadian itu berlangsung.

"Ini sudah jelas kok, dia lalai menabrak orang sampai meninggal dunia, mabuk lagi," ujarnya.

Tigor mengatakan pelaku bisa dijerat sesuai dengan Pasal 360 KUHP yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Meski keluarga korban hingga Kamis malam belum berniat membuat laporan resmi kejadian kepada polisi, kata Tigor, hukum harus tetap berjalan.

"Ya benar keluarga korban tidak perlu melapor, tapi polisi yang harus bertindak. Sebagai korban, keluarga pelapor itu harus diwakili sama oleh polisi," ujarnya.

Baca juga: Saksi Mata Ungkap Detik-detik Mencekam Sebelum Grabwheels Dihantam Camry

Ketentuan wajib lapor terhadap DH, kata Tigor, justru memberi kesan bahwa polisi memberikan perlakuan khusus terhadap pria yang kini berstatus sebagai tersangka.

"Jadi tidak ada perlakuan khusus. Pengecualian-pengecualian karena ini itu jadi beda, tidak, setiap warga negara sama di hadapan hukum," ujar Tigor.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: