Pantau Flash
Wagub DKI Jakarta Rangkul Ormas untuk Jaga Stabilitas Ibu Kota, Sebut Bentuk Kolaborasi dengan Pemerintah
Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp275 Ribu, Langsung Berlaku Mulai Hari Ini
Ribuan Ormas di Jakarta Deklarasikan Diri untuk Amankan Ibu Kota pada Pemilu 2024
Sah! Harga PCR Resmi Turun Jadi Rp275 Ribu, di Luar Jawa-Bali Rp300 Ribu
Ada Unsur Pidana, Kasus Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina Naik ke Penyidikan

Pengamat: Secara Politik, Jadi Oposisi Akan Menguntungkan PAN

Pengamat: Secara Politik, Jadi Oposisi Akan Menguntungkan PAN Ilustrasi PAN (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubaidillah Badrun menyarankan agar PAN menjadi partai politik di luar pemerintahan atau oposisi. Menurutnya, hal itu akan menguntungkan partai berlambang matahari putih itu secara elektoral.

"Secara politik akan lebih menguntungkan bagi PAN menjadi oposisi," kata Ubaidillah dalam diskusi bertajuk "Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019", di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Baca juga: Amien Rais Bikin Surat untuk PAN, Tegaskan Jadi Oposisi Lebih Bermartabat

Dia menilai akar rumput PAN lebih banyak yang menginginkan partai tersebut menjadi oposisi, sehingga para elite PAN harus menangkap aspirasi itu dan diakomodir.

Menurut dia, petinggi PAN juga harus membuat formulasi posisi oposisi seperti apa yang akan dilakukan PAN agar visi partai itu tersampaikan.

"Yang jadi persoalan adalah mengapa elit PAN berminat masuk dalam kekuasaan, itu menandakan ada masalah di lapisan elite. Karena cara terbaik melindungi dari masalah adalah bergabung dalam kekuasaan, itu yang tergambar dalam semua proses politik di republik ini," ujarnya.

Ubaidillah menilai, posisi oposisi adalah bagian penting dari demokrasi karena meningkatkan kualitas demokrasi dan agar kekuasaan tidak menjadi otoriter.

Baca juga: Politikus PAN Minta Partainya Konsisten Jadi Oposisi Setelah Kalah Pilpres

Dia juga mengatakan, secara konstitusional, parpol yang menjadi oposisi sama berharganya dengan yang bergabung di dalam pemerintahan.

"Ketika negara sedang bermasalah dalam hal ekonomi, politik, dan kebudayaan maka itu ruang terbuka bagi oposisi untuk membawa politik lebih bermartabat," katanya.

Menurut dia, secara historis, PAN lebih greget ketika menjadi oposisi karena ada prestasi historis yang dicatat dalam sejarah yang membuat PAN menjadi partai yang diminati rakyat sejak awal reformasi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: