Pantau Flash
Unjuk Rasa di AS Ricuh, 2 Warga Sipil Tewas, Toko Dijarah
Catat Rekor Kasus Baru Korona, Brazil Kawasan Terparah COVID-19
Gitaris Band Legendaris 'KISS', Bob Kulick Meninggal Dunia
Klub Sepakbola La Liga Spanyol Latihan Penuh Mulai 1 Juni 2020
Denda Akibat Pelanggaran PSBB di DKI Jakarta Sentuh Rp600 Juta

Pengamat: Waspadai Provokator dari Luar Papua, Cari Biang Keroknya!

Pengamat: Waspadai Provokator dari Luar Papua, Cari Biang Keroknya! Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pengamat intelijen Suripto meminta kepada pemerintah untuk mewaspadai kemungkinan adanya provokator dari luar Papua, menyusul ditetapkannya Benny Wenda, The United Liberation Movement for West Papua(ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai dalang aksi demo anarkis.

"Kalau kita cari aktor intelektualnya berarti bukan di hilir tetapi di hulu. Artinya kita harus lihat jauh. Kita cari ke hulu nih siapa biang keroknya, bisa di Surabaya bisa di Jakarta," ujar Suripto di Jakarta (5/9/2019).

Baca juga: Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua? Densus 88 Turun Tangan

Menurut Suripto, demo anarkis yang terjadi di Papua dipicu oleh ulah sekelompok orang di Surabaya yang melontarkan ucapan melukai perasaan masyarakat Papua.

Dia menduga terdapat agen provokator yang sengaja memantikkan bara api dalam peristiwa di Jawa Timur tersebut, sehingga menyulut amarah masyarakat yang berada di tanah Bumi Cenderawasih.

"Menurut saya apa yang terjadi di Surabaya itu, juga harus ditelusuri juga apakah yang mengucapkan kata-kata yang menghina perasaan orang Papua itu, sengaja atau memang sudah ada agen provokatornya," ujar Suripto

"Pemantiknya di Surabaya, kejadiannya di Papua. Aktor intelektualnya bisa jadi di Jakarta. ini harus didalami terus," sambung dia.

Baca juga: Beredar Selebaran DPO Provokator Papua, Polda Metro Tegaskan Tak Benar

Lebih lanjut Suripto juga melihat kemungkinan adanya perebutan kekuasaan internal (internal power struggle) dibalik kisruh di Papua.

Dia meminta pemerintah mendeteksi kemungkinan adanya pihak-pihak yang berusaha 'bermain' di atas konflik Papua, dalam upaya untuk menggoyang kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Cari tahu juga internal power struggle-nya, ada tidak ? Kita membacanya dari situ. Itu yang mesti didalami, pergumulan internal power struggle ini sangat mempengaruhi terhadap apa yang akan terjadi di 20 Oktober nanti saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih," ucap Suripto.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: