Pantau Flash
DKI Jakarta Jadi Penyumbang Terbanyak Pasien Sembuh COVID-19
KKP Tingkatkan Kapasitas Pengawas Deteksi Hasil Pencurian Ikan
Luhut Minta Produsen Farmasi Nasional Percepat Produksi Obat COVID-19
Pemkot Surabaya Sisir Ponpes Antisipasi Penularan COVID-19
15.126 Pasien COVID-19 di Wisma Atlet Sembuh

Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Istana Kepresiden Sudah Terencana

Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Istana Kepresiden Sudah Terencana Ilustrasi Bendera Bintang Kejora. (Foto: Twitter)

Pantau.com - Polisi menyebut aksi demonstrasi mahasiswa Papua di depan Istana Negara, pada Rabu (28/8/2019), telah direncanakan sebelumnya. Bahkan, permufakatan itu disebut telah dilakukan sebanyak tiga kali.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pertemuan atau permufakatan itu diinisiasi oleh tersangka Paulus Suryanta Ginting alias PSG. Namun, tak dijelaskan secara merinci soal loaksi pertemuan itu. Hanya saja, disebut permufakatan itu dilakukan di wilayah Jakarta.

"Pertemuan yang diinisiasi oleh tersangka PSG. Dia yang memimpin setiap kegiatan-kegiatan pertemuan. Jadi, sudah ada perencanaannya," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Rumah Pancasila Sebut Pengibaran Bendera Bintang Kejora Tak Bisa Dipidana

Dalam pertemuan itu, Argo menyebut bahwa ada pembahasan terkait dengan pengibaran bendera bintang kejora pada saat demonstrasi itu. Hal itu juga telah terkonfirmasi dengan barang bukti yang ada.

"Kegiatan ini (pengibaran bendera bintang kejora) sudah direncanakan dan sudah dibuktikan dengan barbuk yang ada," kata Argo.

Lebih lanjut, Argo mengatakan selain menjadi inisiator, Paulus Suryanta Ginting alias PSG juga merupakan penghubung dengan media asing yang menyebarkan informasi terkait perencanaan pengibaran bendera yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.

"Dia menyampaikan kepada media asing yang intinya untuk mengangkat isu kemerdekaan Papua dengan referendum," ungkap Argo.

Baca juga: Dua Orang Dilepaskan Polisi dalam Kasus Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Dalam kasus ini, polisi mengamankan delapan tersangka. Mereka yakni Paulus Suryanta Ginting (PSG), Dano Tabuni, Charles Cossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Wenebita Wasiangge, Naliana Wasiangge dan Norince Kogoya.

Dua yang dipulangkan yakni Naliana Wasiangge dan Norince Kogoya. Sementara enam lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Seluruh tersangka dikenai Pasal 106 dan 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait keamanan negara.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: