Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Perampokan Bos SPBU, Tersangka Telah Rencanakan Aksinya

Perampokan Bos SPBU, Tersangka Telah Rencanakan Aksinya Tersangka perampokan bos SPBU. (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia Pramana)

Pantau.com - Tersangka perampokan terhadap bos SPBU, yakni S disebut telah merencanakan segala aksinya. Bahkan, tersangka telah mempersiapakan batang besi untuk memukul korban.

Baca juga: Perampok Bos SPBU Gasak Uang Sebesar Rp 70 Juta

Perisapan atau perencanaan itu lantaran tersangka telah mengetahui rutinitas aktivitas dari majikannya itu. Sebab, penyetoran uang hasil penjulan selalu dilakukan antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIB.

"Tersangka sudah mengetahui korban setiap hari menerima setoran hasil penjualan BBM yang penerimaannya dirumahnya," kata Wadir Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary di Polda Metero Jaya, Sabtu (18/5/2019). 

Terkait dengan batang besi yang digunakan tersangka, sambung Ade, senjata itu sebelumnya disembunyikan terlebih dahulu di rumah korban.

"Sebelumnya tersangka menempatkan sebatang besi disela tiang di rumah korban," ucap Ade.

Bahkan, sebelum beraksi tersangka juga sempat memotong kabel kamera pengawas CCTV yang terpasang di rumah bos SPBU itu.

Hal itu dilakukannya pada saat kembali ke rumah majikannya sekitar pukul 20.30 WIB atau beberapa jam sebelum beraksi.

"Sebelum beraksi kamera CCTV sudah di potong sama tersangka," cetus Ade.

Diberitakan sebelumnya, Bos Stasisun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Hartono Sugimin menjadi korban perampokan. Alhasil, uang senilai Rp 70 juta hasil penjualan raib digasak para pelaku.

Baca juga: Perampokan Bos SPBU, Sopir Pribadi Dijadikan Tersangka

Aksi perampokan itu terjadi di keriaman Hartono yang berada di Jalan Hang Tuah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Mei 2019.

Bahkan akibat hal itu, Hartono mengalami luka-luka disekujur tubuhnya. Mulai dari bagian kuping sebelah kanan dan kepala bagian belakang benjol.

Selain itu, akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukum penjara 9 tahun.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Rizky Adytia Pramana