Perintah Jokowi Tegas, Ungkap Kasus Brigadir J supaya Citra Polri Tidak Babak Belur

Headline
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Antara)Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Antara)

Pantau – Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menyedot perhatian publik. Bahkan, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian serius pada kasus ini.

Presiden Jokowi ingin agar kasus pembunuhan Brigadir J bisa segera dituntaskan, otak dan motif pembunuhan diungkap.

“Presiden mengharapkan untuk ini bisa terselesaikan supaya citra polisi tidak babak belur seperti saat ini,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Pramono mengatakan Presiden Jokowi sudah berkali-kali memerintahkan agar pengungkapan kasus ini dilakukan secara terbuka dan tak ditutup-tutupi.

“Kan Presiden sudah tiga kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya. Itu arahan Presiden,” tutur dia.

Sejauh ini, Mabes Polri telah menetapkan dua tersangka, yakni Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal (RR) sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.

Kemudian Brigadir Ricky yang merupakan ajudan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Brigadir RR dijerat Pasal 340 KUHP.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Aries Setiawan