Pesan Setnov kepada Ganjar Pranowo: Jangan ‘Galak-galak’

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com -Ganjar Pranowo kabarnya menerima pesan ‘khusus’ dari Setya Novanto saat bertemu di bandara Ngurah Rai Bali pada tahun 2012. Nama Ganjar diduga menerima aliran dana e-KTP sebesar USD500 ribu.

Terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto mengatakan, informasi Ganjar pernah menerima uang haram tersebut dari almarhum Mustoko Weni dari Fraksi PDI-Perjuangan dan almarhum Ignatius Mulyono dari Fraksi Partai Demokrat. Keduanya merupakan anggota DPR dari Komisi II.

“Background dari pada pertemuan saya dan Pak Ganjar memang tidak lama. Yang khusus mengenai ‘apakah sudah selesai’ dan ‘jangan galak-galak’, yang sebenarnya ini kalau lihat dari background-nya Pak Ganjar, itu di mata saya dia bukan orang yang galak. Tapi yang pertama, pernah almarhum Mustoko Weni dan (almarhum) Ignatius Mulyono pada saat ketemu saya menyampaikan, dana uang dari Andi Narogong untuk dibagikan ke Komisi II dan Banggar DPR, dan disebut namanya Pak Ganjar,” jelas pria yang akrab disapa Setnov itu di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2/2018).


Baca juga: Usai Jemput Paksa, KPK Langsung Tahan Fredrich Yunadi

Mantan Ketua DPR tersebut yakin Ganjar Pranowo yang kala itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II menerima aliran dana e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

“Waktu Andi (Narogong) ke rumah saya itu, menyampaikan telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman ke Komisi II dan Banggar (Badan Anggaran), dan untuk Pak Ganjar sekitar bulan September, USD500 ribu. Itu yang disampaikan kepada saya,” jelas mantan ketua umum Partai Golkar.

Namun secara tegas, Ganjar Pranowo langsung membantah tuduhan tersebut. “Bu Mustoko Weni pernah menjanjikan kepada saya mau memberikan langsung dan saya tolak,” ungkap Ganjar.

Politis PDI-P tersebut kembali berdalih jika Miryam pernah mengaku di depan penyidik KPK Novel Baswedan, bahwa tidak memberikan uang proyek e-KTP kepada dirinya. “Selain Miryam, Andi Narogong juga menyampaikan tidak pernah memberikan uang kepada saya. Jadi saya menyampaikan apa yang disampaikan oleh Pak Nov dari cerita itu tidak benar,” pungkas Ganjar.

Tim Pantau