Pimpinan Baitul Mal Aceh Utara Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Rumah Duafa

Headline
Dokumentasi - Tim penyidik Kejari Aceh Utara menggeledah Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara. ANTARA/HO

Pantau – Kepala Baitul Mal Aceh Utara, YI (43) dan empat orang lainnya ditetapkan jadi tersangka terkait dugaan korupsi pembangunan rumah duafa. Uang senilai Rp11,2 miliar diambil dari dana zakat.

“Penyidik Kejari Aceh Utara telah menetapkan lima orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah senif fakir dan rumah senif miskin pada Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, tahun anggaran 2021,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Utara, Arif Kadarman kepada wartawan, Rabu (3/8/2022).

Kelima orang yang jadi tersangka adalah YI, Z (39 Tahun) selaku Koordinator Tim Pelaksana, ZZ (46 Tahun) selaku Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, M (49 Tahun) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dan RS (36 Tahun) selaku Ketua Tim Pelaksana. Penetapan tersangka dilakukan penyidik pada Selasa (2/8) kemarin.

Kasus dugaan korupsi itu bermula saat Baitul Mal mengalokasikan anggaran Rp 11,2 miliar untuk pembangunan 251 rumah duafa pada 2021. Pekerjaan pembangunan rumah dilakukan secara swakelola.

Diberitakan sebelumnya, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Aceh Utara menggeledah Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh guna mencari barang bukti terkait pengusutan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah fakir miskin.

Kepala Kejari Aceh Utara Diah Ayu Hartati Listiyarini Iswara Akbari di Aceh Utara, Rabu (13/7/2022), mengatakan penggeledahan merupakan tindak lanjut ekspos perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah fakir miskin tahun anggaran 2021.

“Penggeledahan ini untuk mencari alat bukti guna meningkatkan proses penanganan perkara. Saat ini, penanganan perkara masih tahap penyelidikan. Jika ditemukan alat bukti maka segera ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Diah Ayu.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda