Pantau Flash
Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris Positif COVID-19
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang
Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB
Belum Bayar Utang ke Negara, Bambang Trihatmodjo Dicegah ke Luar Negeri

PKB: Gerindra Bakal Pusing Tujuh Keliling Bila Tak Dapat Jabatan

PKB: Gerindra Bakal Pusing Tujuh Keliling Bila Tak Dapat Jabatan Wakil ketua TKN Abdul Kadir Karding (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding menilai Partai Gerindra akan merasa pusing tujuh keliling bila tidak mendapatkan kursi jabatan di pemerintahan pada periode mendatang.

"Saya pikir Gerindra tidak mungkin tidak mendapatkan apa-apa di pimpinan maupun di alat kelengkapan, dia akan pusing tujuh keliling," kata Karding di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Untuk itu, Karding menyebut bahwa dalam rekonsilasi antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri pasti ada syarat di balik peristiwa tersebut.

Baca Juga: Golkar, Setuju Nggak Gerindra Gabung Pemerintah?

"Gerindra bilang walaupun Mas Andre (Wasekjen Gerindra) bilang tidak ada syarat rekonsiliasi itu kan dipermukaan, tapi kan di politik itu mana ada yang gratis , kita enggak usah basa basi," ungkapnya.

Kendati begitu, Karding mengatakan, wajar jika Gerindra saat ini menginginkan kursi jabatan seperti Ketua MPR. Pasalnya, menurut Karding, Gerindra merupakan tiga besar terbanyak pada Pemilu 2019 kemarin.

"Gerindra boleh punya alasan yang masuk akal, 'Saya layak jadi ketua MPR, kenapa karena pertama perolehan suara saya nomor dua setelah PDIP, kedua saya berkorban untuk rekonsiliasi ini, oleh pendukung saya yang enggak mau rekonsiliasi, saya katakan begitu ya," katanya.

Baca Juga: Gerindra: Kami Tak Mau Jadi Perusak Keharmonisan Koalisi Pemerintah

"Tapi Golkar juga boleh mengatakan begitu, Golkar yang jadi ketua MPR dong, kenapa? yang dukung Pak Jokowi, yang menang itu Golkar sama PDIP jadi wajar PKB juga wajar ngomong wajar, kenapa? karena diantara KIK ini yang jelas ada corak keislamannya cuma PKB," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: