PKS Angkat Bicara Soal Kisruh Alumni 212 dengan Partai Gerindra

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: twitter/@MardaniAliSera)Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Foto: twitter/@MardaniAliSera)

Pantau.com – Kisruh pernya taan presidum alumni 212, KH Al-Khathath yang kecewa terhadap PAN, Gerindra, dan PKS masih berlanjut. Al-Khathathath menilai koalisi tiga partai itu tidak menggubris alumni 212 terkait rekomendasi bakal calon kepala daerah di lima wilayah.


PKS pun memberikan respon dari alumni 212 tersebut. Disebutkan, memang ada pertemuan antara PKS, Gerindra dan PAN dengan alumni 212 untuk pemenangan calon kepala daerah yang digelar serentak.


“Kami bertemu dan memfasilitasi usulan 212 ada lima daerah,” ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali kepada Pantau.com, Jumat (12/1/2018).


Terkait usulan calon yang tidak didaftarkan, Mardani berdalih bahwa calon yang diusung 212 tidak memiliki kursi dan koalisi yang cukup, sekaligus kesulitan pembayaran ‘ongkos’ untuk maju.


“Tapi karena kursi kurang perlu koalisi. Disini tidak mudah. Plus kalau maju dana saksi memang harus jadi tanggungan calon atau urunan,” terang Mardani.


Karena alasan tersebut, Mardani bercerita bagaimana pihaknya harus menunda beberapa kandidat calon untuk mendaftar. Hingga ternyata akhirnya Gerindra dan PAN memiliki nama lain yang akan diusung.


“Karena PKS mengakomodasi usulan 212 Dede Muharam akhirnya calon Gerindra dan PAN Siswandi-Euis tidak bisa maju. DPD Kota Cirebon dikepung pendukung calon yang marah karwn PKS, tidak memberi rekomendasi,” papar mantan tim sukses Anies-Sandi tersebut.


Hal inilah yang menurut Mardani membuat kubu 212 berang, ditambah dengan La Nyalla sebagai nama usulan gagal maju di Pilgub Jatim. “Buat kami, ini bagian dari interaksi dengan keummatan. Setelah itu dikomentari Ust Al Khathathath pun bagian dari melatih diri untuk melayani umat,” tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta