Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Polda Jatim Bongkar Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak

Polda Jatim Bongkar Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak Polisi saat merilis kasus perdagangan perempuan dan anak di Mapolda Jatim di Surabaya, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim)

Pantau.com - Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar kasus perdagangan perempuan dan anak dengan meringkus pelaku berinisial NS asal Lumajang.

"Pengungkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari salah seorang korban ke kepolisian," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko saat merilis kasus tersebut di Mapolda setempat, di Surabaya, Kamis (25/11/2021).

Ia mengungkapkan kejadian ini terungkap di Wisma Penantian, Dusun Suko, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Satu Keluarga Berangkat dari Jakarta ke Sirkuit Mandalika Hanya untuk Mencopet, 1 iPhone dan 3 Hp Samsung Digasak

Pelaku mengaku sudah melakukan aksinya selama dua tahun di wisma tersebut, katanya.

Tindakan itu, ujar dia, dilakukan dengan modus menawarkan pekerjaan di Bali dengan menjanjikan bayaran Rp5 juta hingga Rp15 Juta melalui media sosial Facebook.

Saat ini, paparnya, ada 29 orang yang tergiur untuk bergabung. Rinciannya terdiri atas 23 orang perempuan dewasa dan enam perempuan di bawah umur.

"Bayarannya untuk dia melakukan tindakan asusila hanya Rp200 ribu. Total ada 29 perempuan yang ditampung rata-rata berasal dari Bandung, Lampung, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya," ucap dia.

Dalam aksinya, menurut kesaksian pelapor tidak ada ancaman yang diberikan tersangka, hanya dijanjikan akan diberi pekerjaan sebagai ladies companion (LC) atau pemandu lagu di Bali.

"Beroperasi selama dua tahun, belum ada satu pun yang dikirim ke Bali. Malah mereka dipekerjakan sebagai tuna susila," katanya.

Dalam penangkapan ini, katanya, polisi mengamankan beberapa barang bukti terdiri atas uang senilai Rp5,67 juta, satu buku tamu, satu boks alat kontrasepsi, 10 alat kontrasepsi bekas, empat pelumas seks, enam lembar kartu keluarga legalisir milik anak di bawah umur, dan satu unit mobil.

Baca juga: Keluarga Copet Asal Jakarta Rencanakan Beraksi di Ajang MotoGP dengan Menggandeng Pencopet dari Berbagai Negara

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan ancaman pidana Pasal 2 juncto Pasal 17 dan/atau Pasal 12 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dengan denda Rp600 juta.

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang