Pantau Flash
Menko Marinves Klaim Bank Dunia Puji Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Seluruh Kecamatan di Kota Medan Masuk Zona Merah COVID-19
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Polda Jatim Buru Seorang Bandar Narkoba Jaringan Internasional

Polda Jatim Buru Seorang Bandar Narkoba Jaringan Internasional Polisi menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang dikemas dengan bungkus teh China saat merilis kasus itu di Mapolda Jatim di Surabaya, Rabu (15/01/2020). (Foto: Antara/Didik Suhartono)

Pantau.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur memburu bandar sabu-sabu jaringan internasional usai menggagalkan peredarannya di kawasan Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo beberapa waktu lalu.

"Pada Kamis (2/1), kami membekuk seseorang diduga kurir narkoba di area parkir mobil Terminal II Bandara Juanda. Sekarang kami kembangkan kasusnya," ujar Wadiresnarkoba Polda Jatim AKBP Nasriadi kepada wartawan di Mapolda setempat di Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Empat Anak Belasan Tahun Diciduk Usai Jadi Suruhan Bandar Narkoba

Seorang yang ditangkap adalah Dio Anggriawan, warga asal Gresik dan berdasarkan rekam jejaknya masuk jaringan internasional.

Tersangka, kata dia, mendapatkan barang haram tersebut dari Myanmar yang dilewatkan Serawak, Malaysia, lalu ke Pontianak dan Surabaya lewat kapal laut.

Polisi yang sudah mengetahui identitas dan gerak-gerik tersangka mengikuitinya mulai dari Mojokerto, Jombang, Kediri, Sidoarjo dan Surabaya.

"Di saat tepat, kami menangkap tersangka di dalam mobil beserta barang bukti 11 kilogram sabu-sabu yang disimpan di dalam ransel," ucapnya.

Untuk mengelabui polisi, sabu-sabu di dalam ransel itu dikemas dalam bungkus teh China.

Baca juga: Bareskrim Ciduk 5 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia dan Sita 24 Ribu Kg Sabu

Setelah menangkap tersangka, polisi mendapat keterangan bahwa sabu-sabu itu rencananya diedarkan di wilayah Jatim, khususnya Madura.

Atas perbuatannya, tersangka terjerat pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara atau denda Rp8 miliar.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: