Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Polda Jatim Ringkus Seorang Pria Ancam Bunuh Jokowi Lewat Facebook

Headline
Polda Jatim Ringkus Seorang Pria Ancam Bunuh Jokowi Lewat Facebook Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menangkap seorang guru SD Honorer asal Pamekasan, Chairil Anwar, yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo lewat akun facebook miliknya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat merilis penangkapan itu di Mapolda setempat, Minggu (19/5/2019), mengatakan pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.

Baca juga: Fakta-fakta Pria Pengancam Jokowi, dari Sembunyi hingga Dibela BPN

"Dia menghina Menkopolhukam dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini," ujarnya.

Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.

Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada, 9 Mei 2019

"Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar," ucapnya.

Sementara itu, pelaku Chairil Anwar mengaku nekat memosting ujaran kebencian dan mengancam presiden hanya untuk ikut-ikutan.

"Ikut-ikutan politik saja," katanya singkat.

Baca juga: Polisi Kembali Amankan Seorang Wanita dalam Kasus Video Ancam Jokowi

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 a ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi

Berita Terkait: