Polda Metro Take Over Kasus Temuan Beras Bansos yang Dikubur Tanah di Depok

Headline
Arsip Foto - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/6/2022). ANTARA/Yogi Rachman/aa.

Pantau – Kasus temuan beras dari bantuan presiden (banpres) seberat kurang lebih 1 ton yang terkubur tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Terkait kasus tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil alih atau meng-take over kasus tersebut.

“Terkait dengan kasus bansos yang di Depok itu jadi penanganan ini akan dilakukan oleh Polda Metro Jaya dalam hal ini dipimpin Dirkrimsus Polda Metro Jaya,” kata Zulpan pada Selasa (2/8/2022).

Atas pengambil alihan kasus itu, lanjut Zulpan, membuktikan jika pihaknya serius dalam menangani kasus dikuburnya beras bantuan presiden itu.

“Artinya ini menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya untuk mengungkap persoalan yang ada, apakah betul ada di situ unsur pidananya dan sebagainya sehingga dibentuklah tim yang lebih besar, yaitu di Polda yang dipimpin Dirkrimsus,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Viral penemuan sejumlah karung bera diduga bekas bantuan sosial (bansos) ditimbun dalam tanah lapang Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Dilaporkan, beras-beras itu menyebarkan bau busuk.

Video ini diunggah beberapa akun Instagram, salah satunya @kabarnegri, Minggu (31/7/2022). Tampak dalam video pendek tersebut, beras-beras itu ditimbun dalam tanah dan dibungkus karung berukuran 20 kilogram, bahkan ada yang ditutup terpal biru.

Dikabarkan, beberapa karung beras itu bertuliskan ‘Beras Kita’. Tampak karung-karung beras ada yang sebagian terbuka dan memperlihatkan beras sudah membusuk.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih