Pantau Flash
Polisi Nyatakan Sertifikat Deposito Sunda Empire di Bank Swiss Palsu
OJK Kaji Ulang Produk Investasi di Bank Antisipasi Kasus Semacam Jiwasraya
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses
Erick Thohir Minta BUMN dan Swasta Bersaing Bangun Indonesia

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembantaian Karyawan PT Istaka oleh KKSB di Nduga

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembantaian Karyawan PT Istaka oleh KKSB di Nduga Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kepolisian Resor Jayawijaya melakukan rekonstruksi pembantaian karyawan PT Istaka yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, Desember lalu.

Kasi Datum Kejari Jayawijaya Febiana Wilma Sorbu mengatakan ada sekitar 30 adegan yang dilakukan pada rekonstruksi itu.

"Nanti satu persatu adegan dijelaskan dalam berkas perkara karena posisi di sana dengan yang kita reka ulang di sini kan tidak sama, jadi kita harus memposisikan itu sesuai dengan yang di tempat kejadian," katanya di Wamena, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Briptu Heidar Ditelepon Seseorang Sebelum Disandera KKB? Ini Jawaban Polisi

Febiana mengatakan rekonstruksi untuk berkas perkara tahap pertama itu melibatkan satu orang pemuda yang ditangkap beberapa waktu lalu.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Jayawijaya Ipda Alexander mengatakan satu tersangka atas nama Mispo Gwijangge ditangkap pada Mei di Kabupaten Jayawijaya. Mispo Gwijangge yang terlibat rekonstruksi, bukan merupakan kelompok KKB yang dipimpin Egianus Kogoya.

"Pelaku adalah warga Distrik Yigi, Nduga, kemudian diambil paksa atau direkrut oleh Egianus Kogoya untuk melakukan perbuatan pembantaian," katanya.

Baca juga: KKB Sempat Tembaki TNI-Polri saat Olah TKP Kematian Briptu Heidar

Mispo Gwijangge yang saat itu berada di lokasi pembantaian, mengaku tidak mengetahui pasti jumlah pelaku pembantaian, tetapi jumlahnya diperkirakan lebih dari 100 orang.

"Waktu pembantaian ada terbagi dua kelompok. Kelompok KKB yang dipimpin Egianus dan ada kelompok dari masyarakat tetapi pro kepada Egianus," kata Alexander.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: