Pantau Flash
Ahmad Riza Patria Terpilih Jadi Cawagub DKI Jakarta Pendamping Anies
Pemprov DKI Perpanjang Imbauan WFH Hingga 19 April
Jokowi: Pembebasan Hanya untuk Napi Umum, Bukan Koruptor!
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp931.000 per Gram
Mendes PDTT Perbolehkan Dana Desa untuk Bangun Pos Jaga di Gerbang Desa

Polisi Limpahkan Kivlan Zen dan Barang Bukti ke Kejari Jakpus

Polisi Limpahkan Kivlan Zen dan Barang Bukti ke Kejari Jakpus Kivlan Zen saat jalani pemeriksaan (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pantau.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengirimkan berkas perkara dan tersangka Kivlan Zen atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan pelimpahan tahap kedua itu lantaran pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat telah menyerahkan bahwa berkas kasus itu telah lengkap atau P21.

"Tadi sudah kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Tak Terima Putusan Hakim, Kivlan akan Ajukan Lagi Empat Praperadilan

Selain itu, sambung Argo, pihak Kejaksaan Negeri telah menyatakan berkas perkara itu telah lengkap pada 16 Agustus 2019, sehingga pihaknya segera melimpahkan Kivlan Zen guna segera disidangkan.

"Sudah dinyatakan lengkap pada Minggu lalu, jadi langsung kita limpahkan," singkat Argo.

Diketahui, Kivlan ditahan akibat kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan pun telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur. Polisi juga telah memperpanjang masa penahanan terhadap Kivlan hingga 40 hari ke depan.

Padahal Kivlan dan tim kuasa hukumnya telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik. Namun polisi tidak mengabulkan permohonan penangguhan tersebut dengan alasan, Kivlan tidak kooperatif dengan penyidik.

Baca juga: Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan Zen Terkait Senjata Ilegal

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Salah satu tersangka merupakan sopir paruh waktu Kivlan.

Sehingga, atas penetapan tersangka itu, Kivlan Zen dijerat dengan undang-undang darurat Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 2 darurat tahun 1951 tentang kepemilikan senjata secara ilegal.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: