Pantau Flash
5 Orang Meninggal Korban Longsor di Manado
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa
Jakarta Catatkan Kasus Baru COVID-19 Terbanyak, Sulawesi Barat Nihil
Leo/Daniel Kalah, Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Final Thailand Open
Gempa Bumi Tektoknik Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Polisi Sebut 6 Pendemo Tewas di Deiyai Papua Usai Perebutan Senjata TNI

Headline
Polisi Sebut 6 Pendemo Tewas di Deiyai Papua Usai Perebutan Senjata TNI Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Direktur Reskrim Umum Polda Papua Kombes Tony Harsono mengatakan, tewasnya enam warga sipil yang diduga pendemo, terjadi sesaat setelah aksi perampasan 10 senjata api (senpi) milik TNI AD.

"Memang ada lima warga sipil yang meninggal pascademo di Deiyai, Rabu (28/8) yang berakhir rusuh dan diduga terjadi setelah pendemo merampas 10 pucuk senpi hingga menewaskan satu anggota TNI AD," kata Kombes Tony Harsono di Jayapura, Sabtu (31/8/2019).

Baca juga: Kantor Bupati Deiyai Papua Diserang, Ketua DPR: Kopassus Bisa Dioperasikan

Menurut dia, sempat terjadi kontak tembak setelah senpi milik TNI dikuasai pendemo dan diduga kemungkinan ada yang terkena tembakan di warga sipil.

Ia menuturkan, awalnya aksi demo yang dilakukan 100 warga di Deiyai berlangsung aman, namun tiba-tiba ribuan orang tiba-tiba datang dan ada yang langsung menyerang aparat keamanan serta mengambil senpinya.

"Akibatnya kontak senjata tidak dapat dihindari hingga jatuhnya korban jiwa," kata Tony Harsono seraya menambahkan ada kemungkinan korban meninggal akibat ditembak warga yang mengambil senpi TNI.

Baca juga: Pak Jokowi, Ada Saran Anda Bertandang ke Papua Ajak Semua Menteri

“Saat ini kita melakukan penegakan hukum dan seluruh kemungkinan sedang didalami, ” katanya.

Ketika ditanya kondisi anggota Polri yang terluka dalam insiden di Deiyai, Kamal menambahkan, kondisi empat anggota Polri yang terluka dalam insiden di Deiyai sudah makin membaik.

"Mereka dirawat di Timika, demikian pula dua anggota TNI AD," pungkasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: