Pantau Flash
Juergen Klopp Dinobatkan Sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris Musim Ini
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang dengan 29 Ketentuan
Indonesia Abstain Atas Resolusi PBB tentang Embargo Senjata Iran
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi di Sekolah Ambruk Pasuruan

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi di Sekolah Ambruk Pasuruan Bangunan sekolah yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). Seorang guru dan seorang siswa tewas, sementara 11 siswa lainnya mengalami luka-luka. (Foto: Antara/Umarul Faruq)

Pantau.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menelusuri adanya dugaan korupsi dalam pembangunan SDN Gentong, Kota Pasuruan, yang menyebabkan atap kelas ambruk dan menelan dua korban jiwa.

"Tindak pidana korupsi ini akan berjalan di Polda Jatim dan kami menunggu bahwa akan ada tersangka baru. Tersangka baru kasus ini menyangkut dengan tindak pidana korupsi," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan: Dua Orang Tersangka, Kontraktor Ditahan

Menurut dia, seharusnya pejabat pembuat komitmen (PPK) mengawasi pembangunan SDN Gentong sehingga material atau pun kerangka bangunan sesuai ketentuan, namun pada pelaksanaannya, pengawasan dalam pembangunan SD tersebut tidak berjalan efektif.

"Pengawasan tidak berjalan efektif, pekerjaan hanya dilaksanakan tanpa diawasi. Sehingga PPK yang harusnya bertanggung jawab terhadap komitmennya," ucapnya.

Nantinya, kata dia, setelah ditemukan bukti-bukti kuat terkait adanya korupsi pada pembangunan sekolah tersebut, maka akan langsung diumumkan kepada publik.

Barung menegaskan, jika nanti terbukti adanya tindak pidana korupsi maka tersangkanya akan dihukum lebih berat karena atas perbuatannya telah menyebabkan hilangnya nyawa orang.

"Kalau korupsi itu menyebabkan daripada kepentingan publik terganggu apalagi ada yang meninggal, ini lebih berat lagi (hukumannya). Selain pidana korupsi tentunya ada pasal-pasal yang menyebabkan orang lain meninggal dunia," katanya menegaskan.

Baca juga: Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan, Polisi Periksa Empat Orang Saksi

Sebelumnya, polisi menetapkan dua kontraktor berinisial DM dan SE sebagai tersangka kasus ambruknya atap sekolah yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, siswa kelas 2B, Irza Almira (8) dan guru Sevina Arsy (19) serta korban luka mencapai 16 orang.

Atas perbuatannya, kontraktor berinisial SE dan DM dikenakan pasal 359 KUHP karena lalai dan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: