Polisi Tangkap Pria yang Culik dan Cabuli Bocah 17 Tahun di Bogor Berulang Kali

Headline
Ilustrasi penangkapan pelaku (Foto: Ilustrasi/Freepik)Ilustrasi penangkapan pelaku (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Pantau – Pria berinisial HS (37) yang diduga telah menculik hingga mencabuli remaja putri berinisial ER (17) tahun di Bogor, Jawa Barat, akhirnya ditangkap pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan bahwa ER ini jarang pulang ke rumahnya.

“Jadi awalnya ortu korban nyari-nyari anaknya ini, karena si anak kadang pulang seminggu sekali,” kata Siswo saat dikonfirmasi pada Senin (8/8/2022).

Saat ditelusuri, ternyata korban tinggal bersama di kontrakan HS di kawasan Cibungbulang, Kabupaten Bogor untuk melangsungkan aksi bejatnya itu. Dan ortu pun langsung menjemput ER di kontrakan tersebut.

“Kemudian setelah ditelusuri, ternyata diketahui tinggal di kontrakan dan ortu korban menjemput korban,” imbuhnya.

Beruntung, pelaku berhasil ditangkap usai orang tua ER melaporkannya ke pihak kepolisian Bogor.

Saat diselidiki, korban mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama tinggal di kontrakan HS layaknya hubungan pasangan suami istri.

Dan demi melancarkan aksi bejatnya itu, pelaku mengiming-imingi korban dengan janji bakal menikahinya. Dan pertama kali aksi itu dilakukan di rumah orangtua pelaku dan berlanjut di sebuah villa di kawasan Puncak, Bogor.

Mengjutkannya, pelaku sudah melakukan aksi bejatnya itu terhadap korban sebanyak 3 kali.

“Dijanjikan nikah, dalam setahun diperlakukan dicabuli dan pelaku merupakan tetangga korban,” ungkapnya.

“Pelaku ditangkap tanggal 2 Agustus, 3 kali pelaku menyetubuhi korban. Pertama di rumah orangtuanya pelaku, kemudian di villa di Puncak dan kerjaannya buruh lepas,” sambungnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku pun dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 juncto Pasal 76 dan Pasal 81 ayat 2 dan/atau Pasal 82 juncto Pasal 76e Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman paling cepat 5 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih