Pantau Flash
Jelang Akhir Pekan Rupiah Melemah Rp13.760 per Dolar
Sebastian Vettel: SF1000 Jelas Lebih Meningkat Dibanding Tahun Lalu
Maskapai Global Diprediksi Kehilangan Rp400 Triliun Akibat Wabah Korona
MUI: Haedar Nashir dan Said Aqil Akan Satu Frame
Penjemputan WNI yang Jadi ABK di Kapal Pesiar Akan Libatkan TNI

Polisi Tangkap Terduga Teroris yang Telibat Perampokan Toko Emas

Polisi Tangkap Terduga Teroris yang Telibat Perampokan Toko Emas Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror meringkus seorang terduga teroris berinisial YT alias Nukud (41) di Desa Tebon, Kecamatan Baear, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Sabtu, 24 Agustus 2019.Penangkapan itu merupakan buntut dari pengungkapan kasus perampokan toko emas.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan sosok YT alias Nukud terlibat dengan aksi pencurian toko emas di wilayah Magetan. Selain itu, sosoknya juga teridentifikasi sebagai anggota kelompok terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Keterlibatan tersangka yaitu melakukan pencurian dengan kekerasan toko emas milik Dewi Sri di Magetan, Jawa Timur. Yang bersangkutan juga sebagai jaringan di JAD sebagai Al Isbaqiah," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Perwira Menengah Polisi Dibogem Sopir Angkot

Terkait dengan aksi perampokan toko emas, kata Dedi, hal itu dilakukan YT diduga untuk membiayai aksi amaliyah. Sebab, hasil perampokan itu disebut untuk membeli bahan merakit bom.

"Melakukan aksi amaliyah melakukan kejahatan lainnya curas toko emas, perampokan dalam rangka mencari dana membeli peralatan bom yang digunakan untuk aksi terorismenya," papar Dedi.

Baca juga: Ada Isu Demo Besar, Kapolres Jayapura: Aktivitas Warga Berlangsung Normal

Bahkan, dalam penangkapan itu sejumlah barang bukti yang berhasil disita yakni tiga buah gelang emas, lima buah cincin emas dan uang Rp10 juta, serta dari kediamannya juga ditemukan beberapa bom.

"Dari penggeledahan dikediamannya beberapa bom juga ditemukan yang disebut akan digunakan untuk aksi amaliyah," kata Dedi.

Lebih jauh, Dedi menyebut saat ini pihaknya masih mendalami keluarga YT guna mengetahui seberapa besar mereka terpapar oleh jaringan terorisme ISIS.

"Terkait keterlibatan keluarga tersangka akan di-assesment sampai sejauh mana tingkat terpapar paham ISIS," pungkas Dedi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: