Pantau Flash
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi

Polisi Tetapkan 10 Orang sebagai Tersangka dalam Kasus Kerusuhan Timika

Polisi Tetapkan 10 Orang sebagai Tersangka dalam Kasus Kerusuhan Timika Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus perusakan, penjarahan, dan kepemilikan senjata tajam saat peristiwa kerusuhan usai unjuk rasa damai warga Papua di Timika, Rabu, 21 Agustus 2019.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dari jumlah total 34 orang yang diamankan usai unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut.

Baca juga: Aksi Damai Massa di Timika Papua Jadi Anarkis, Gedung DPRD Dilempari Batu

Polisi juga sudah menggelar olah tempat kejadian perkara pada empat lokasi berbeda di Kota Timika pada Kamis kemarin.

"Kami dibantu oleh tim penyidik dari Ditkrimum Polda Papua untuk melaksanakan gelar perkara dan mencari alat bukti terkait deretan kejadian kerusuhan di Timika usai unjuk rasa anti rasisme pada Rabu (21/8) lalu. Dari 34 orang yang kami amankan, hanya 10 orang yang dilanjutkan proses hukumnya karena terbukti sebagai pelaku," kata Gusti Ananta di Timika, Jumat (23/8/2019).

Identitas 10 tersangka pelaku kerusuhan di Timika tersebut, yaitu RW, MS, LK, UJ, ED, DM, MG, JG, TW, dan NW. Sembilan orang ditengarai terlibat kasus perusakan fasilitas Hotel Grand Mozza, Kantor BNN Mimika dan pembakaran alat berat (eksavator) serta penjarahan kios warga di Jalan Cenderawasih.

Sedangkan satu tersangka lainnya diamankan di halaman Kantor DPRD Mimika usai unjuk rasa lantaran kedapatan membawa senjata tajam.

Baca juga: Polisi Amankan Caleg Pemicu Kericuhan di TPS Timika

Sembilan tersangka kasus perusakan fasilitas Hotel Grand Mozza, Kantor BNN Mimika dan pembakaran alat berat (eksavator) serta penjarahan kios warga dikenakan Pasal 170 dan Pasal 363 KUHP, sedangkan satu tersangka lainnya dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Adapun 23 orang lainnya yang sempat diamankan di Rutan Polres Mimika telah dipulangkan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: