Pantau Flash
Menkes Terawan: 9 WNI Positif Korona di Diamond Princess Tidak Sakit Berat
Kompetisi J-League Ditunda Akibat Virus Korona
Pemerintah Berikan Diskon Tarif Pesawat Akibat Serangan Korona
Komisi III DPR RI Desak MenkumHAM Yasonna Laoly Evaluasi Pegawai
Mentan Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa IPB Jadi Petani Modern

Polisi yang Terbakar Hidup-hidup di Cianjur Alami Luka Bakar 64 Persen

Headline
Polisi yang Terbakar Hidup-hidup di Cianjur Alami Luka Bakar 64 Persen

Pantau.com - Aiptu Erwin, anggota polisi yang mengalami luka bakar lantaran terkena lemparan bensin saat mengamankan aksi di depan Pendopo Cianjur, Jawa Barat, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif. Belakangan diketahui, luka bakar yang dideritanya mencapai 64 persen.

Sebelumnya, tiga anggota polisi yakni, Aiptu Erwin, Bripda Yudi Muslim, dan Bripda F.A Simbolon menderita luka bakar saat mengamankan aksi demo dari sejumlah organisasi mahasiswa, diantaranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF dan lainnya, pada Kamis, 15 Agustus 2019.

"Luka bakarnya itu 64 persen dengan trauma inhalasi kemungkinan besar karena dia menghirup udara panas atau asap atau api," ucap Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Musyafak saat dikonfirmasi, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Video Seorang Polisi di Cianjur Terbakar Saat Kawal Demo Mahasiswa

Selain itu, Musyafak juga menyebut bahwa saat ini Aiptu Erwin tak lagi menjalani perawatan di RS Kramat Jati lantaran telah dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dengan alasan tak memiliki ruangan khusus untuk perawatan.

"Kemudian mengingat itu harus ditangani di tempat yang khusus atau unit penanganan luka bakar. Sementara kami hanya punya ruang isolasi umum. Sehingga untuk pelayanan maksimal kami koordinasi dengan RSPP kami rujuk ke sana. Penanganan bareng-bareng dari RSPP dan dokter dari kami," papar Musyafak.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Video Mesum Gangbang Garut

Untuk diketahui, dalam insiden itu polisi telah mengamankan 15 orang dari kelompok OKP Cipayung Plus yang diduga melakukan pelemparan bensin pada aksi demonstrasi itu.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: