Polres Jakpus Belum Terima Pemberitahuan Aksi Lempar Botol Pipis

Headline
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin memberikan keterangan pers di Polsek Senen, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022) malam. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau – Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengaku pihaknya belum menerima surat pemberitahuan aksi lempar botol pipis di depan Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (1/8/2022) pukul 14.00 WIB.

“Kami baru dapat flyer ya. Saya cek ke intel sepertinya itu belum ada pemberitahuannya,” kata Komarudin.

Ia memastikan kepolisian melarang aksi lempar botol pipis yang bakal digelar oleh Blok Politik Pelajar. Jika ada yang melanggar, polisi akan menindak tegas.

“Kalau kita temukan itu ya kita amankan. Nggak boleh,” imbuhnya.

Ia menyatakan memperbolehkan masyarakat menyampaikan aspirasi, tapi mesti sesuai aturan yang berlaku.

“Siapapun masyarakat boleh menyampaikan pendapatnya di muka umum sepanjang tidak menabrak aturan. Kalau menabrak aturan ya kita akan tindak tegas,” jelasnya.

Lebih lanjut Komarudin mengatakan pihaknya menyiapkan pengamanan terkait aksi tersebut. Polres Metro Jakarta Pusat juga menyiapkan Tim Tindak untuk mengantisipasi aksi anarkisme.

“Sudah kita siapkan pasukan personel terbuka-tertutup sudah kita siapkan untuk antisipasi. Termasuk tim tindak kita siapkan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, aksi lempar botol pipis viral di media sosial melalui akun Instagram @blokpolitikpelajar menyusul Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir sejumlah layanan aplikasi belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Kabarnya, aksi lempar botol pipis ini bakal digelar di depan Kantor Kementerian Kominfo pada Senin (1/8/2022) pukul 14.00 WIB. Informasi ini didapat dari poster yang diunggah akun @blokpolitikpelajar.

“Siapapun yang kesal atas pemblokiran ini Anda dapat hadir dan mel****rkan botol p*p*s. Diharapkan juga peliputan dari rekan-rekan Jurnalis. Terima kasih,” tulis caption akun tersebut yang sebelumnya berisi undangan peliputan oleh awak media.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino