Pantau Flash
Greysia/Apriyani Raih Gelar Juara Thailand Open 2021
Semeru Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Radius 1 Km
Jelang MotoGP Mandalika, Sandiaga Pastikan Homestay di Desa Wisata Gerupuk Siap
Bamsoet Ajak Pemerintah dan Masyarakat Bahu Membahu Atasi Bencana Alam
Keok di Partai Puncak, Praveen/Melati Jadi Runner Up Thailand Open 2021

Polri Bakal Bubarkan Jika Massa Nekat Adakan Acara Reuni 212 Besok

Polri Bakal Bubarkan Jika Massa Nekat Adakan Acara Reuni 212 Besok Suasana aksi reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta, Senin (2/12/2019). (Foto: Antara/Aruna)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono menegaskan Polri akan membubarkan kegiatan yang menimbulkan atau mengundang kerumunan massa di tengah situasi pandemi COVID-19, termasuk rencana kegiatan Reuni 212 pada Rabu (2/12).

"Tentu Polri akan melakukan tindakan tegas kalau masih ada yang mau melakukan kerumunan, kami akan bubarkan," kata Brigjen Pol. Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Akademisi: Pemerintah Harus Tegas Larang Kerumunan, Termasuk Reuni 212!

Menurut dia, Polri sudah berulang kali menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak membuat kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Polri pun tetap pada sikapnya untuk tidak mengeluarkan izin keramaian di tengah pandemi.

"Kami tidak akan mengeluarkan izin dan tentu kami akan antisipasi. Kami ingatkan kepada mereka yang masih menghendaki, yang demikian, jangan berharap," ujarnya.

Menurut Awi, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis telah berpesan kepada para kasatwil satgas COVID-19 agar tidak ragu-ragu bertindak tegas demi menegakkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

Baca juga: Pangdam Jaya: Reuni 212 Batal Digelar, Jika Dilanggar Akan Ditindak Tegas

"Kalau masih ada pihak yang mengumpulkan orang, pimpinan Polri sudah jelas mengatakan segera membubarkan. Itu sudah perintah pimpinan. Pimpinan komitmen untuk mengawal protokol kesehatan," kata Awi.

Dalam menghadapi penularan virus corona di Indonesia, Kapolri tercatat telah dua kali mengeluarkan Maklumat Kapolri, yakni maklumat pertama tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19 tertanggal 19 Maret 2020 dan maklumat kedua tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 tertanggal 21 September 2020.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: