Pantau Flash
Total Kasus COVID-19 Jadi 28.233: Tambahan 684 Kasus, Terbanyak dari Jatim
Masa Berlaku SIM Habis Antara 17 Maret-29 Mei, Anda Tidak Akan Ditilang
BPS: Bekerja atau Dirumahkan saat COVID-19 buat Pendapatan Menurun
PTUN Vonis Jokowi Langgar Hukum Kasus Pemblokiran Internet Papua
Ridwan Kamil Terbitkan Pergub New Normal untuk Jabar

Polri Ungkap Peran Benny Wenda di Balik Rusuh Papua dan Papua Barat

Headline
Polri Ungkap Peran Benny Wenda di Balik Rusuh Papua dan Papua Barat

Pantau.com - Polri menyebut Benny Wenda sebagai pihak asing yang menjadi provokator dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Namun, masih ada beberapa pihak lainnya yang memperkeruh suasana.

"Kemudian ada beberapa juga yang kami identifikasi keterlibatan warga negara asing di beberapa negara," ucap Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/9/2019).

Dalam memprovokasi dan memperkeruh suasana, Benny dan pihak asing lainnya disebut menyebarkan konten-konten di berbagai media sosial. Selain itu, dalam penyebaran konten-konten provokatif itu, mereka banyak menyasar negara-negara yang berada di wilayah Pasifik.

Baca juga: Infografis Profil Benny Wenda, Terduga di Balik Kerusuhan Papua

"Memposting konten-konten provokatif baik berupa foto, video dan narasi yang tidak benar. Saat ini yang menyebarkan di medsos dan grup mereka khususnya di wilayah negara di pasific," paparnya.

Saat ini polri bekerjasama dengan lembaga lainnya seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), BSSN, BIN untuk terus memantau pergerakan dari Benny Wenda dan pihak asing lainnya.

"Polri tidak bekerja sendiri bekerja sama dengan Kemenlu, BSSN, BIN memapping dari hasil pembicaraan khususnya yang dilakukan oleh BW (Benny Wenda)," pungkas Dedi.

Baca juga: Wiranto Sebut Nama Tokoh yang Jadi Provokator Kericuhan di Papua

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta.

Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut. Menurut dia, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: