Prahara Brahada E, Dulu Disebut Bela Diri kini Tersangka Pembunuh Telan Sendiri

Headline
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Pantau – Bharada Richard Eliezer alias Bharada E terlibat dalam insiden baku tembak yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Namun, Bharada E tidak terkena peluru yang ditembakkan oleh Brigadir J.

Perkara penembakan ini masih berada di tahap penyelidikan. Kemudian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus. Setelah hampit satu bulan tim menyidik dan penyelidiki kasus penembakan, kemudian Bharada E ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (3/8/2022) malam.

Andi mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik Timsus Bareskrim Polri. Sejauh ini Polri telah memeriksa 42 saksi. Polisi telah menyita sejumlah alat bukti, mulai CCTV hingga alat komunikasi.

Bharada Eliezer dijerat dengan sangkaan Pasal 338 juncto Pasal 54 dan 56 KUHP.

Pasal 338 KUHP berbunyi:

Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

“Dengan persangkaan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan/atau 56 KUHP,” kata Andi.

Selain itu, Andi juga memastikan penyidikan kasus tewasnya Brigadir J masih terus dilakukan pengembangan. Ferdy Sambo juga turut diperiksa.

“Pemeriksaan belum selesai, masih dalam pengembangan,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda