Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Presiden Kirim Surat Soal Pindah Ibu Kota, Fahri Hamzah: Banyak yang Unik

Presiden Kirim Surat Soal Pindah Ibu Kota, Fahri Hamzah: Banyak yang Unik Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, surat permohohonan pemindahan ibu kota dari Presiden Joko Widodo yang sudah dibacakan dalam rapat paripurna DPR bukan lah untuk pengajuan revisi atau rancangan Undang-Undang terkait ibu kota baru. 

Fahri menyebut bahwa surat tersebut hanya berisi hasil-hasil kajian pemerintah dan hanya berbentuk powerpoint sebanyak 157 halaman. 

"Jadi surat presiden itu bukan pengajuan RUU, surat presiden itu hanya menyampaikan kajian. Belum ada RUU belum ada naskah akademik, itu hanya kajian dan itu powerpoint 157 halaman. Jadi bukan RUU jadi itu hanya kajian itu semacam pemberitahuan lah begitu," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Baca Juga: Jokowi: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Fahri berpendapat daripada Presiden sendiri yang menyampaikan surat tersebut ke DPR, ia menyarankan agar para menterinya terlebih dahulu melakukan pembahasan dengan masing-masing komisi di DPR sesuai dengan bidangnya.

"Sekali lagi ini RUU ini kan banyak yang harus diubah itu akibat dari pemindahan ibu kota itu. Dan prosesnya panjang tidak terlalu mudah," ungkapnya.

Bahkan Fahri mengaku usai dirinya membaca powerpoint yang disampaikan presiden mengenai hasil kajian ibu kota dirinya banyak menemui hal-hal yang unik. Misalnya saja yang ia sebut ia melihat konsep dari hunian layak akan tetapi memiliki gambar seperti resort.

"Saya baca itu ya mohon maaf saya baca naskahnya itu naskah ya powerpoint dan gambar-gambarnya itu banyak yang unik-unik lah masa disebut membangun hunian yang layak terus ada gambar kaya hotel dan kamar hotel bintang lima ini apa kaya pengembang gitu loh itu yang saya bilang cara abjad pemerintah maju ini keliru," tuturnya.

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi pada Jakarta Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

Lebih lanjut, Fahri mengatakan, bahwa hal tersebut disebabkan adanya pembisik-pembisik presiden yang bermasalah. Ia membandingkan kasus tersebut dengan rencana membuat mobil nasional Esemka.

"Nah sama dengan ini bisa pak pindahin ibu kota, enggak bisa, enggak gampang tapi ya surat udah masuk presiden punya hak dia punya hak ketatanegaraan untuk mengajukan itu, ya kita lihat saja," tandasnya. 

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: