Pantau Flash
Kemendes PDTT Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020
Kementan Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kemenpan RB
Kemenparekraf Prediksi Tren Wisata Domestik dan Alam Akan Populer di 2021
Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 RI Naik 5.534 per 25 November
Anita Kolopaking: Djoko Tjandra Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Presiden Minta Ada Strategi Komunikasi Publik Terkait Vaksin COVID-19

Presiden Minta Ada Strategi Komunikasi Publik Terkait Vaksin COVID-19 Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya menerapkan strategi komunikasi publik dalam rencana pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di kalangan masyarakat.

"Ini penting sekali, strategi komunikasi publik disiapkan dengan baik," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas dengan topik Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Bamsoet: Kita Tidak Sedang Bercinta, Jokowi-Fahri Hamzah dan Negara

Kepala Negara sebelumnya telah mengingatkan, strategi komunikasi publik yang tidak efektif akan berakibat buruk seperti halnya saat masyarakat merespon UU Cipta Kerja.

Oleh karena itu, Presiden meminta Menteri BUMN didukung Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk menyiapkan strategi yang dimaksud.

"Saya minta ini tim-nya pak Menteri BUMN disiapkan lagi strategi komunikasi ini, di-backup, dibantu Kominfo, dijelaskan komperehensif ke publik mengenai manfaat vaksin dan peta jalan pelaksanaan vaksinasi,” tutur Presiden.

Baca juga: Bamsoet Ajak Pemuda Pancasila Kaltim Sebarkan Semangat Kebangsaan

Dengan begitu, Presiden berharap, tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform dan media yang ada.

"Juga kita libatkan dari awal majelis dan organisasi keagamaan, MUI, NU, Muhammadiyah, ormas-ormas lainnya terutama manfaat vaksin dan meyakinkan umat mengenai kehalalan mengenai vaksin," ujarnya.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa vaksinasi tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia dan tidak hanya urusan kesehatan, tapi menyangkut ekonomi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: